Monday, 18 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dollar siap catat gain mingguan terhadap peers utamanya jelang data pekerjaan AS
Friday, 10 January 2014 10:56 WIB | COMMODITY |DOLLARAmerika

Bloomberg, (10/01) - Dolar siap untuk menyelesaikan keuntungan mingguan versus sebagian besar mata uang utama pekan ini sebelum rilis data yang mungkin akan menunjukkan kenaikan tingkat pekerjaan di AS - sinyal bahwa ekonomi terbesar di dunia tersebut mungkin cukup kuat untuk pengurangan stimulus oleh Federal Reserve.

Index Dollar Spot Bloomberg menyentuh tertinggi empat bulan kemarin dan siap untuk kenaikan mingguan keempatnya, terpanjang dalam 10 bulan terakhir. Departemen Tenaga Kerja AS hari ini mungkin akan mengatakan bahwa tingkat pengangguran tetap di level terendah lima tahun terakhir. Sementara itu, Dolar Australia siap untuk penurunan mingguannya.

"Momentum bullish dolar saat ini masih ada risiko tertahan," kata Kikuko Takeda, analis senior dari Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ Ltd, unit dari bank terbesar di Jepang berdasarkan nilai pasarnya." The Fed mungkin akan mengurangi pembelian obligasi lanjutan sebesar $ 10 milyar pada bulan ini."

Dolar dibeli ¥ 104,87 pada pukul 11:04 pagi di Tokyo dari posisi ¥ 104,82 kemarin, dan sedikit berubah selama seminggu. Terhadap euro, dibeli pada level $ 1,3607 dari sebelumnya di $ 1,3608, atau turun 0,1 persen dibandingkan 3 Januari lalu. Sementara itu, mata uang Australia sedikit berubah pada level 88,94 sen AS dan menuju kerugian 0,6 persen untuk minggu ini.

Index Dollar Spot Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama kemungkinan akan naik 0,2 persen minggu ini dan siap untuk menyelesaikan kenaikan empat minggu sebelumnya - terpanjang sejak Maret tahun lalu.

Analis yang disurvei oleh Bloomberg News memperkirakan bahwa para pengusaha AS menambahkan pekerjaan sebanyak 197.000 pekerja bulan lalu setelah meningkatk 203.000 pada bulan November yang rencananya laporan tersebut akan dirilis hari ini. Tingkat pengangguran mungkin masih bertahan di angka 7 persen sejak November 2008.

Departemen Tenaga Kerja AS kemarin mengatakan bahwa jumlah aplikasi untuk pembayaran asuransi pengangguran turun sebesar 15.000 menjadi 330.000 di periode yang berakhir 4 Januari, paling sedikit sejak akhir November.

Pada bulan lalu, the Fed mengatakan akan memotong pembelian asset bulanan menjadi $ 75 miliar dari $ 85 miliar. Menurut survei Bloomberg pada 19 Desember lalu, Para pembuat kebijakan bank sentral AS tersebut akan memangkas stimulus sebesar $ 10 milyar secara bertahap selama tujuh pertemuan berikutnya sebelum mengakhirinya pada bulan Desember. Rapat kebijakan Federal Open Market Committee berikutnya dijadualkan pada 28-29 Januari mendatang. (brc)

RELATED NEWS
Oil Holds Below $65 After Volatile Week Caused by Pipeline Woes...
Friday, 15 December 2017 19:18 WIB

Minyak stabil di bawah $ 65 per barel di London setelah selama sepekan tidak stabil karena pasar bergejolak oleh penutupan pipa di Laut Utara yang mendasari minyak Brent. Kontrak naik 0,2 persen, seh...

Oil Trades Near $57 as U.S. Crude Output Climbs to Fresh Record...
Thursday, 14 December 2017 13:42 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati $ 57 per barel karena produksi minyak mentah AS naik ke rekor barunya, mengimbangi penurunan yang lebih besar dari perkiraan pada persediaan. Kontrak berjangka sedikit...

Oil Holds Losses Below $57 as U.S. Crude Output Climbs to Record...
Thursday, 14 December 2017 07:40 WIB

Minyak menahan kerugian di bawah $ 57 per barel karena produksi minyak mentah AS naik ke rekor barunya, persediaan mengimbangi penurunan yang lebih besar dari perkiraan. Kontrak berjangka sedikit ber...

Oil Resumes Advance on Signs U.S. Crude Stockpiles Extended Drop...
Wednesday, 13 December 2017 13:15 WIB

Minyak melanjutkan kenaikannya ke level $ 58 per barel karena data industri menunjukkan stok minyak mentah AS mungkin menyusut untuk minggu keempat. Kontrak berjangka naik 0,6 persen di New York sete...

Oil Resumes Gains on Signs U.S. Crude Stockpiles Extended Drop...
Wednesday, 13 December 2017 07:46 WIB

Minyak melanjutkan kenaikannya ke level $ 58 per barel karena data industri menunjukkan stok minyak mentah AS kemungkinan turun untuk minggu keempat. Kontrak berjangka naik 0,5 persen di New York set...

POPULAR NEWS
All Main Stock Indexes Close at Records Ahead of GOP Tax Bill Draft

All main stock benchmarks closed at records on...

Gold Ends Slightly Higher, Marks First Weekly Rise in a Month

Gold ended with a modest climb Friday, logging a...

Hong Kong Stocks Fall 1 pct, Property and IT Firms Weigh (Review)

Hong Kong stocks fell on Friday, led down by...

LATEST NEWS
Hong Kong Stocks Fall 1 pct, Property and IT Firms Weigh (Review)

Hong Kong stocks fell on Friday, led down by property and information technology firms tracking their mainland peers, with sentiment dented by Wall Street™s weakness on concerns about the progress of U.S. tax reform. At close of trade, the Hang...

All Main Stock Indexes Close at Records Ahead of GOP Tax Bill Draft

All main stock benchmarks closed at records on Friday with the S&P 500 and the Dow Jones Industrial Average extending their weekly winning streak to four as Republicans prepared to outline their final version of the tax bill. Stocks have been...

Oil Prices Settle Higher, But Post Third Straight Weekly Decline

Oil prices settled higher Friday, but tallied a loss for a third straight week, on the back of ongoing concerns over growth in U.S. crude production. "The driving force behind oil markets remains [the Organization of the Petroleum Exporting...