Tuesday, 17 October 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--

Jangan Terlalu Bersemangat Tentang Lompatan Emas; Suku Bunga Akan Bergerak Lebih Tinggi
Tuesday, 10 October 2017 04:17 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Meskipun para bargain hunter melangkah masuk untuk mengangkat emas dari level terendah dua bulan Jumat lalu, beberapa analis memperingatkan pedagang dan investor untuk berhati-hati pada level saat ini.

Lukman Otunuga, analis riset FXTM, mengatakan bahwa bulls jangka pendek tampaknya mengeksploitasi ketidakpastian geopolitik baru karena retorika antara Korea Utara dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus memanas. Namun, dia memperingatkan bahwa potensi kenaikan untuk logam kuning dapat terbatasi karena dolar AS yang terus menguat seiring meningkatnya potensi kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember.

"Technical traders akan sangat memperhatikan bagaimana harga bereaksi di atas level resistance $ 1.280. Lompatan teknis nampaknya berada di depan mata, dengan bears masih memegang kendali kuat di bawah tingkat psikologis 1.300 dolar. Penurunan berkelanjutan ke bawah $ 1.280 akan menghasilkan jalan kembali menuju  level $ 1.267, "katanya dalam catatan penelitian Senin.

Emas berjangka Desember menetap di level $ 1,282 30 per ounce, naik 0,8% pada hari ini.

Melihat ekspektasi tingkat suku bunga, CME 30-day Fed fund futures melihat di kemungkinan mendekati 92% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Ekspektasi telah melonjak lebih tinggi dibandingkan minggu lalu, saat pasar melihat di peluang 76%.

Phillip Streible, analis pasar senior di RJO Futures, mengatakan bahwa dengan ekspektasi suku bunga yang begitu tinggi, menjadi sulit untuk ˜excited™ tentang lompatan satu hari di pasar emas.

"Kita berada dalam saluran yang miring ke bawah dan pedagang seharusnya melihat aksi jual dengan harga di bawah $ 1.300," katanya.

Tidak hanya tingkat ekspektasi yang berada pada level tertingginya sejauh tahun ini, data ekonomi AS tetap relatif positif, yang mana hal itu mendukung pasar ekuitas, Streible menambahkan.

Streible mengatakan bahwa dengan prospek bearish saat ini, dia memperkirakan harga emas akan jatuh ke level support utama di $ 1.250 per ounce. (sdm)

 

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS
Metals Focus: Tahun 2018 akan Bersahabat untuk Emas...
Tuesday, 17 October 2017 05:34 WIB

Metals Focus melihat latar belakang yang menguntungkan untuk harga emas tahun depan. Setelah melemah banyak di bulan September, logam tersebut bergerak ke level yang lebih tinggi sepanjang Oktober...

Harga Emas Turun seiring Traksi Dolar AS Menguat ...
Tuesday, 3 October 2017 16:25 WIB

Pergerakan awal ke level yang lebih rendah untuk emas pada awal minggu lalu merupakan hasil dari meredanya retorika antara AS dan Korea Utara. Dolar mulai membalikkan tren penurunannya baru-baru i...

Mitsubishi: Harga Emas 'Mungkin Akan Bergerak Lagi ke atas $ 1.300'...
Monday, 25 September 2017 22:34 WIB

Mitsubishi mengharapkan emas untuk pulih kembali ke atas level $ 1.300 per ons menyusul kekhawatiran politik dan geopolitik, dengan asumsi dolar AS tidak berkinera terlalu baik. Logam cenderung berger...

Analis: Emas Bersiap untuk Efek yang Dihasilkan dari Pertemuan Fed Pekan Ini ...
Monday, 18 September 2017 11:14 WIB

Harga emas mungkin akan mendapatkan beberapa konsolidasi lagi minggu ini seiring daya tarik safen dari logam tersebut terus kehilangan tajinya, analis mengatakan . Namun, pertemuan Federal Reserve pek...

BAML Pertahankan Target $ 1.400-nya meski Emas Melemah pada Profit Taking...
Tuesday, 12 September 2017 05:21 WIB

Satu bank mempertahankan prospek emasnya di level $ 1.400 per ounce pada Senin, bahkan di saat harga melemah imbas profit taking, berpendapat bahwa logam mulia tersebut belum berada dalam wilayah ...

POPULAR NEWS
Metals Focus: Tahun 2018 akan Bersahabat untuk Emas

Metals Focus melihat latar belakang yang...

7 Pengacara Mantan Presiden Korsel Mundur Serentak

Tujuh orang pengacara yang bertindak sebagai...

Emas berakhir lebih rendah tapi bertahan di atas $1.300; tembaga menguat

Emas berakhir turun pada hari Senin karena dolar...

LATEST NEWS
Saham China sedikit berubah jelang kongres partai, data GDP

Saham China berakhir sedikit berubah pada hari Selasa karena investor menunggu rilisan data ekonomi utama China dan sebuah puncak kepemimpinan utama akhir pekan ini, meskipun sumber daya perusahaan membukukan penurunan karena kekhawatiran bahwa...

Saham Tokyo Ditutup Naik Hari Ke-11 Secara Beruntun

Indeks acuan Tokyo menandai level baru tertingg dalami 21 tahun pada hari Selasa, naik untuk sesi ke-11 secara beruntun, karena optimisnya laba perusahaan Jepang yang melebihi kekhawatiran mengenai overheating. Nikkei 225 naik 0,38 atau 80,56 poin...

Bentrok Anggota Kedua Terbesar OPEC Pangkas Produksi Minyak

Ketegangan Meningkat pada produsen kedua terbesar OPEC karena pemerintah Irak bentrok dengan wilayah semi-otonom Kurdi yang mempertahankan keuntungan minyak, untuk saat ini. Pertempuran di Kirkuk, yang merupakan ladang produksi tertua di Irak,...