Tuesday, 17 October 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar dan Obligasi Menguat; Pound Turun Tekait Brexit
Thursday, 12 October 2017 20:06 WIB | CURRENCIES | Indeks DolarDolar AS

Obligasi naik dan dolar sedikit lebih tinggi karena fokus investor beralih ke bank sentral setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve bulan lalu. Pound Inggris merosot setelah negosiator utama Uni Eropa mengatakan bahwa perundingan Brexit telah mencapai jalan buntu.

Pejabat The Fed berdebat keras pada bulan lalu mengenai kekuatan apakah yang menahan inflasi turun secara persisten atau sementara. Investor masih berspekulasi mereka akan terus maju dengan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Indeks Stoxx Europe 600 sedikit berubah dan euro tetap stabil saat Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy terus menekan separatis Catalan. Indeks berjangka S&P 500 menuju posisi terendah dan minyak menghentikan reli selama tiga hari.

Seiring investor mencermati The Fed, pemilihan pengganti Ketua Janet Yellen juga mulai menjadi fokus. Presiden Donald Trump bertemu dengan ekonom di Stanford University minggu ini dan penilaian hawkish John Taylor, yang masuk dalam daftar kandidat, menurut orang-orang yang tidak asing lagi. Sementara itu, ada lineup dari pembicara bank sentral global nantinya pada hari Kamis di Washington, yang mungkin memberi petunjuk lebih lanjut kepada para pedagang mengenai prospek kebijakan moneter di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Uni Eropa mengatakan sedikit kemajuan telah dicapai dalam putaran terakhir perundingan Brexit, meningkatkan kemungkinan keputusasaan karena semakin menipisnya waktu untuk meraih kesepakatan. Kurangnya kemajuan cukup menambah tekanan kepada perusahaan untuk mempercepat rencana kontinjensi untuk apa yang bisa menjadi penarikan yang kacau pada bulan Maret 2019.

Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1 persen menjadi 1.164,31. Euro turun 0,1 persen menjadi $1,1852. Pound Inggris turun 0,7 persen menjadi $1,3134. Sementara yen Jepang menguat 0,2 persen menjadi 112,33 per dolar, level terkuat dalam lebih dari dua minggu. (frk)

 

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Dolar Menyentuh Tertinggi Sepekan Terkait Ketua The Fed Berikutnya ...
Tuesday, 17 October 2017 10:54 WIB

Dolar naik ke level terkuat dalam seminggu karena spekulasi Presiden Donald Trump yang condong memilih ekonom Universitas Stanford John Taylor sebagai ketua Federal Reserve berikutnya. Mata uang AS n...

AUD/USD turun karena RBA tidak ada alasan untuk mengikuti kenaikan suku bunga global...
Tuesday, 17 October 2017 08:40 WIB

AUD / USD jatuh ke sesi rendah di level 0,7838 pasca risalah the Reserve Bank of Australia (RBA) menunjukkan pembuat kebijakan tidak melihat alasan untuk mengikuti kenaikan suku bunga global. Risalah...

Dolar melonjak setelah data manufaktur; Ketidakpastian Catalan berlanjut di Eropa...
Tuesday, 17 October 2017 03:23 WIB

Dolar AS melonjak setelah indeks manufaktur Empire State naik ke level tertinggi tiga tahun, namun dengan cepat turun untuk menahan kenaikan moderat pada hari Senin. Pada hari Minggu, Ketua Federal R...

Sterling stabil seiring kekhawatiran Brexit imbangi ekspektasi BoE...
Monday, 16 October 2017 23:46 WIB

Pound stabil pada hari Senin, meski tergelincir dari level tertinggi empat minggu terhadap euro seiring taruhan pada positifnya data ekonomi minggu ini akan membuat Bank of England berada di jalur...

EUR/USD: Sisi Bawah Bermain Jelang Kemerdekaan Catalan ...
Monday, 16 October 2017 10:47 WIB

Pasangan EUR/USD menembus 1,1800 untuk pertama kali dalam tiga hari pada hari ini, memulai minggu ini dengan defensif, karena ketidakpastian politik di seputar pemungutan suara kemerdekaan Catalonia t...

POPULAR NEWS
Metals Focus: Tahun 2018 akan Bersahabat untuk Emas

Metals Focus melihat latar belakang yang...

7 Pengacara Mantan Presiden Korsel Mundur Serentak

Tujuh orang pengacara yang bertindak sebagai...

Emas berakhir lebih rendah tapi bertahan di atas $1.300; tembaga menguat

Emas berakhir turun pada hari Senin karena dolar...

LATEST NEWS
Saham China sedikit berubah jelang kongres partai, data GDP

Saham China berakhir sedikit berubah pada hari Selasa karena investor menunggu rilisan data ekonomi utama China dan sebuah puncak kepemimpinan utama akhir pekan ini, meskipun sumber daya perusahaan membukukan penurunan karena kekhawatiran bahwa...

Saham Tokyo Ditutup Naik Hari Ke-11 Secara Beruntun

Indeks acuan Tokyo menandai level baru tertingg dalami 21 tahun pada hari Selasa, naik untuk sesi ke-11 secara beruntun, karena optimisnya laba perusahaan Jepang yang melebihi kekhawatiran mengenai overheating. Nikkei 225 naik 0,38 atau 80,56 poin...

Bentrok Anggota Kedua Terbesar OPEC Pangkas Produksi Minyak

Ketegangan Meningkat pada produsen kedua terbesar OPEC karena pemerintah Irak bentrok dengan wilayah semi-otonom Kurdi yang mempertahankan keuntungan minyak, untuk saat ini. Pertempuran di Kirkuk, yang merupakan ladang produksi tertua di Irak,...