Monday, 18 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS naik, pangkas penurunan sebelumnya terhadap yen
Thursday, 7 December 2017 08:39 WIB | CURRENCIES |DOLLARDolar AS

Dolar menguat terhadap mata uang rekan-rekannya pada hari Kamis, memangkas penurunan sebelumnya terhadap yen, didukung oleh tanda-tanda kembali membaiknya selera risiko investor dan optimisme terhadap reformasi pajak AS.

Greenback naik 0,1 persen ke level 112,370 yen setelah turun 0,25 persen semalam.

Dolar tergelincir terhadap yen pada hari Rabu setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang hal itu membahayakan usaha perdamaian Timur Tengah dan membuat marah teman-teman dan musuh Washington.

Mata uang AS naik ke level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang enam mata uang utama seiring optimisme terhadap reformasi undang-undang AS yang terus berkembang. Data ketenagakerjaan sektor swasta AS yang dirilis pada hari Rabu juga memberikan dukungan.

Indeks dolar sedikit berubah di 93.556 setelah naik ke 93.650 semalam, level tertinggi sejak 22 November.

Euro stabil di level $ 1,1800 setelah tergelincir 0,25 persen semalam, di saat menyentuh level terendah dua minggu di $ 1,1780.

Aussie diperdagangkan 0,2 persen lebih rendah di level $ 0,7545.

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Dolar AS tergelincir terkait RUU pajak AS, euro tertekan oleh sikap ECB...
Friday, 15 December 2017 08:31 WIB

Dolar berada pada mode defensif hari Jumat menyusul perdebatan mengenai RUU untuk mengubah kode pajak AS mengurangi kepercayaan diri investor, sementara euro merosot setelah Bank Sentral Eropa mengisy...

Euro bertahan di level tertinggi satu minggu pasca keputusan kebijakan ECB ...
Thursday, 14 December 2017 20:41 WIB

Euro bertahan di level tertinggi satu minggu pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan sikap kebijakan ultra-easy-nya tidak berubah seperti yang diperkirakan secara luas oleh pasar keu...

Dolar AS perpanjangan penurunan pasca keputusan Fed; ECB jadi fokus...
Thursday, 14 December 2017 16:51 WIB

Dolar bertahan di posisi terendah lebih dari satu minggu pada hari Kamis setelah bank sentral AS terus memperkirakan ekonominya tidak berubah dengan investor mengharapkan lebih banyak penurunan jika B...

AUD/USD Pertahankan Kenaikan Pasca Data Aussie-nya Dekat Rekor 5-Minggu...
Thursday, 14 December 2017 14:57 WIB

Pasangan AUD/USD terus mendapatkan daya tarik positif untuk sesi keempat berturut-turut dan naik ke rekornya lebih dari satu bulan terakhir pada hari ini. Pasangan ini memperpanjang pemulihan dan men...

Aussie Menguat ke 1 Bulan Tertinggi Setelah Data Menunjukkan Ketenagakerjaan Meningkat...
Thursday, 14 December 2017 08:07 WIB

Dolar Australia naik ke level satu bulan tertinggi dan imbal hasil obligasi menguat setelah sebuah laporan menunjukkan lapangan kerja di negara tersebut melonjak pada bulan lalu. Pasangan mata uang A...

POPULAR NEWS
Semua Indeks Saham Utama Tutup di Rekornya Jelang Draf RUU Pajak GOP

Semua indeks saham utama ditutup di rekornya...

Emas Berakhir Naik Tipis, Tandai Kenaikan Mingguan Pertama dalam 1-Bulan

Emas berakhir dengan kenaikan moderat pada hari...

LATEST NEWS
Bursa Hong Kong Turun 1 persen, Tertekan oleh Perusahaan Properti dan TI (Review)

Bursa saham Hong Kong jatuh pada hari Jumat, dipimpin oleh perusahaan properti dan perusahaan teknologi informasi yang melacak rekan-rekan utama mereka, dengan sentimen tertekan oleh pelemahan di Wall Street terkait kekhawatiran tentang kemajuan...

Semua Indeks Saham Utama Tutup di Rekornya Jelang Draf RUU Pajak GOP

Semua indeks saham utama ditutup di rekornya pada hari Jumat ini dengan S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average memperpanjang kenakikan mingguan mereka menjadi empat minggu karena Partai Republik bersiap untuk menguraikan versi akhir dari...

Harga Minyak Berakhir Naik, Tapi Catatkan Penurunan Mingguan ke-3 Beruntun

Harga minyak ditutup menguat pada hari Jumat, namun mencatatkan kerugian selama tiga minggu berturut-turut, didukung oleh kekhawatiran pertumbuhan produksi minyak mentah AS.. "Kekuatan pendorong di belakang pasar minyak tetap [Organisasi Negara...