Friday, 15 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RBA Mempertahankan Suku Bunga, Properti Memenuhi Perlambatan Ekonomi
Tuesday, 4 April 2017 12:17 WIB | FISCAL & MONETARY |Moneter

Australia mempertahankan suku bunga tidak berubah, yang tersisa dalam bentuk kelumpuhan kebijakan karena perumahan terlalu panas untuk memungkinkan pelonggaran dan ekonomi terlalu lemah untuk menyerap pengetatan.

Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe dan dewan direksi mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 1,5 persen pada hari Selasa, setelah harga property di Sydney melonjak pada bulan Maret di laju tahunan tercepat dalam hampir 15 tahun dan angka pengangguran naik ke level tertinggi sejak awal tahun lalu. Keputusan itu telah diperkirakan oleh semua 29 ekonom yang disurvei Bloomberg.

"Data terakhir konsisten dengan pertumbuhan moderat yang sedang berlangsung, kata Lowe dalam sebuah pernyataan setelah keputusan. œBeberapa indikator dari kondisi di pasar tenaga kerja telah melunak baru-baru ini. Secara khusus, tingkat pengangguran telah bergerak sedikit lebih tinggi dan pertumbuhan lapangan kerja tidak terlalu tinggi. 

Dolar Australia turun ke 75,83 sen AS pada pukul 14:34 siang di Sydney dari 76,05 sen sebelum pengumuman.

Ekonomi Australia sedann dalam pola bertahan karena pertumbuhan gagal untuk memacu perekrutan yang signifikan, sehingga mengakibatkan upah yang rendah dan inflasi melemah. Titik terang utama di lepas pantai di mana wilayah utama dari ekonomi global yang menunjukkan tanda-tanda suatu kenaikan disinkronkan. Pada saat yang sama, kekuatan properti di pesisir timur memicu regulator perbankan pada pekan lalu untuk mengencangkan pembatasan pinjaman, khususnya bagi investor perumahan.

Pembuat kebijakan AS cenderung lebih berpengaruh dibawah kenaikan suku bunga Federal Reserve dan berdampak terhadap nilai tukar lokal, menurut Peter kepala ekonom di QIC Ltd. Dolar Aussie naik lebih dari 5 persen dalam tahun ini, pemain terbaik kedua di antara 10 kelompok mata uang yang dilacak oleh Bloomberg.(frk)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Draghi: ECB Masih Belum Bisa Capai Target Inflasi pada tahun 2020...
Thursday, 14 December 2017 21:34 WIB

Mario Draghi tidak lagi menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa akan memenuhi target inflasi pada 2020, mengindikasikan bahwa ekonomi kawasan euro belum cukup kuat untuk menjamin penyisihan stimulus monet...

ECB tahan suku bunga pada rekor rendah, ulangi pedoman dovishnya...
Thursday, 14 December 2017 20:07 WIB

Bank Sentral Eropa tidak mengubah kebijakannya hari Kamis, mempertahankan suku bunga deposito pada tingkat negatif 0,4% dan tingkat re-financing utamanya sebesar 0%. Bank tersebut mengulangi pedomann...

Bank of England pertahankan suku bunga sebesar 0,5% ...
Thursday, 14 December 2017 19:22 WIB

Bank of England pada hari Kamis mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah sebesar 0,5%, sesuai perkiraan pasar sebelumnua setelah bank sentral ini pada bulan November menaikkan suku bunga untuk...

SNB dalam Mode Wait and See seiring Franc yang Lebih Lemah Bantu Prospek Inflasi...
Thursday, 14 December 2017 15:59 WIB

Swiss National Bank mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, berada dalam mode wait and see sambil memantau dampak dari franc yang lemah terhadap inflasi. Meski penurunan 8 persen franc terhada...

The Fed Naikkan Suku Bunga AS, Masih Mengharapkan 3 Kenaikan di 2018...
Thursday, 14 December 2017 02:28 WIB

Federal Reserve pada hari Rabu ini menaikkan suku bunga utama jangka pendek AS dari 1,25% ke 1,5%, namun sebagai tanda kewaspadaan bank sentral berpegang pada perkiraan sebelumnya untuk hanya tiga ken...

LATEST NEWS
Saham Asia Pangkas Gain Mingguan Di tengah Ketidakpastian Tagihan Pajak AS

Saham Asia turun pada hari Jumat, mengurangi penguatan mingguan, karena investor mengurangi risiko di tengah ketidakpastian seputar taksiran perubahan pajak AS yang diusulkan. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 persen ke level 170,36 pada pukul...

Bursa Eropa Melemah Ditengah Kenaikan Obligasi; Dolar Stabil

Bursa saham di Eropa turun dan obligasi menguat diikuti mata uang euro karena investor menilai pesan dari pertemuan Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) minggu ini, sementara kekhawatiran tentang perombakan pajak AS bertahan. Dolar...

Bursa Hong Kong Turun 1 persen, Tertekan oleh Perusahaan Properti dan TI

Bursa saham Hong Kong jatuh pada hari Jumat, dipimpin oleh perusahaan properti dan perusahaan teknologi informasi yang melacak rekan-rekan utama mereka, dengan sentimen tertekan oleh pelemahan di Wall Street terkait kekhawatiran tentang kemajuan...