Friday, 15 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Inggris Berencana Gelar Pemilihan Umum Dini Pada 8 Juni
Tuesday, 18 April 2017 20:34 WIB | FISCAL & MONETARY |Moneter

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengumumkan akan meminta parlemen melakukan pemungutan suara untuk pemilihan umum dini pada 8 Juni.

Sebelumnya, PM May pernah mengatakan tidak akan menggelar pemilihan umum hingga berakhirnya masa kerja parlemen saat ini pada tahun 2020 mendatang.

Namun dia mengatakan sudah mengubah keputusan tersebut untuk menjamin stabilitas pada masa proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit dan setelahnya.

"Saya menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk menjamin kepastian dan keamanan bagi tahun-tahun mendatang adalah dengan menggelar pemilihan umum ini," tuturnya di depan kediaman resminya, 10 Downing Street, pada Selasa (18/04).

Rencana pemilu dini ini disambut baik oleh pemimpin kubu oposisi Partai Buruh, Jeremy Corbyn.

"Saya menyambut baik keputusan perdana menteri untuk memberi rakyat Inggris kesempatan memilih pemerintah yang akan menempatkan kepentingan mayoritas sebagai yang pertama."

Sementara Ketua Partai Liberal Demokrat, Tim Farron, menyatakan dukungan lewat Twiiter, "Ini kesempatan kita untuk mengubah arah negara kita. Jika Anda ingin mencegah bencana Brexit yang keras."

Dukungan 2/3 anggota parlemen

May menjadi perdana menteri setelah mundurnya PM David Cameron karena referendum tentang masa depan keanggotaan Inggris di Uni Eropa -pertengahan tahun 2016 lalu- dimenangkan oleh kubu yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Pemungutan suara di parlemen -yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana PM May- akan digelar Rabu (19/04).

Menurut May, partai-partai politik lain 'melakukan permainan' yang menambah risiko pada kemampuan untuk membuat Brexil berhasil serta mengganggu kepastian dan stabilitas negara.

"Jadi kita butuh pemilihan umum dan kita butuh saat ini. Pada saat ini kita memiliki satu-satunya kesempatan untuk menyelesaikannya," tegasnya.

Rencana pemilu dini ini membutuhkan dukungan dua pertiga dari total anggota Majelis Rendah Parlemen Inggris, jadi bukan dua pertiga dari yang memberikan suara.

Dengan 650 kursi, maka PM May harus mendapat dukungan dari 434 anggota parlemen untuk bisa mewujudkan rencananya.

Sumber: BBC

RELATED NEWS
Draghi: ECB Masih Belum Bisa Capai Target Inflasi pada tahun 2020...
Thursday, 14 December 2017 21:34 WIB

Mario Draghi tidak lagi menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa akan memenuhi target inflasi pada 2020, mengindikasikan bahwa ekonomi kawasan euro belum cukup kuat untuk menjamin penyisihan stimulus monet...

ECB tahan suku bunga pada rekor rendah, ulangi pedoman dovishnya...
Thursday, 14 December 2017 20:07 WIB

Bank Sentral Eropa tidak mengubah kebijakannya hari Kamis, mempertahankan suku bunga deposito pada tingkat negatif 0,4% dan tingkat re-financing utamanya sebesar 0%. Bank tersebut mengulangi pedomann...

Bank of England pertahankan suku bunga sebesar 0,5% ...
Thursday, 14 December 2017 19:22 WIB

Bank of England pada hari Kamis mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah sebesar 0,5%, sesuai perkiraan pasar sebelumnua setelah bank sentral ini pada bulan November menaikkan suku bunga untuk...

SNB dalam Mode Wait and See seiring Franc yang Lebih Lemah Bantu Prospek Inflasi...
Thursday, 14 December 2017 15:59 WIB

Swiss National Bank mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, berada dalam mode wait and see sambil memantau dampak dari franc yang lemah terhadap inflasi. Meski penurunan 8 persen franc terhada...

The Fed Naikkan Suku Bunga AS, Masih Mengharapkan 3 Kenaikan di 2018...
Thursday, 14 December 2017 02:28 WIB

Federal Reserve pada hari Rabu ini menaikkan suku bunga utama jangka pendek AS dari 1,25% ke 1,5%, namun sebagai tanda kewaspadaan bank sentral berpegang pada perkiraan sebelumnya untuk hanya tiga ken...

LATEST NEWS
Bursa Hong Kong abaikan kenaikan Fed Rate dan data Cina (Review)

Saham-saham Hong Kong sedikit berubah pada hari Kamis, seiring para investor memberikan reaksi biasa terhadap kenaikan suku bunga AS yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh Federal Reserve dan juga data ekonomi bulan November yang biasa-biasa saja...

Dow Hentikan Kenaikan Beruntun 5-Harinya Pada Penutupan Perdagangan

Dow Jones Industrial Average mengakhiri kenaikan beruntun lima harinya pada hari Kamis dengan pasar mengambil jeda setelah beberapa sesi pemecahan rekor. Sektor bahan baku dan perawatan kesehatan memuncaki penurunan sementara saham discretionary...

Harga Minyak Berjuang Mencari Arah Terkait Data Produksi Minyak Mentah

Minyak berjuang mencari arah pada hari Kamis karena data minyak mentah dan data produksi minyak mentah baru-baru ini memicu volatilitas perdagangan di pasar energi, dengan harga minyak acuan AS berada di antara kerugian dan kenaikan moderat dan...