Thursday, 20 September 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Draghi: ECB Masih Belum Bisa Capai Target Inflasi pada tahun 2020
Thursday, 14 December 2017 21:34 WIB | FISCAL & MONETARY | ECBMario Draghi

Mario Draghi tidak lagi menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa akan memenuhi target inflasi pada 2020, mengindikasikan bahwa ekonomi kawasan euro belum cukup kuat untuk menjamin penyisihan stimulus moneter.

Presiden ECB mengumumkan proyeksi ekonomi terbaru yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama tiga tahun ke depan namun terdapat perlambatan kenaikan pada harga konsumen. Inflasi akan rata-rata berada di 1,7 persen pada 2020, di bawah target 2 persen. Pembuat kebijakan sebelumnya mempertahankan suku bunga dan menjaga pelonggaran kuantitatif mereka tidak berubah.

Diskusi Dewan Pengurus "mencerminkan peningkatan kepercayaan yang kita miliki dalam konvergensi inflasi menuju jalur mandiri dalam jangka menengah," kata Draghi dalam konferensi pers pada hari Kamis, menambahkan bahwa "level yang cukup besar" untuk stimulus masih diperlukan. "Tekanan harga domestik tetap teredam secara keseluruhan dan belum menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan dari tren kenaikan berkelanjutan."

Peringatan dari pimpinan ECB muncul di tengah serentetan keputusan bank sentral dalam 24 jam terakhir yang memberi sinyal kebijakan moneter global menjadi lebih ketat ke depannya. Federal Reserve AS mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini, Cina secara tak terduga menaikkan biaya pinjaman yang lebih tinggi, dan bank sentral Norwegia memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan menaikkan suku bunga lebih awal dari sebelumnya.

Bank Nasional Swiss memperkirakan inflasi akan melampaui targetnya pada akhir 2020, meskipun mengatakan tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Bank of England, yang menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade, mempertahankan kebijakan yang tidak berubah di London.

Draghi mengatakan momentum siklis yang kuat dapat memberikan kejutan pertumbuhan positif lebih lanjut dalam waktu dekat. Risiko penruuan sebagian besar terkait faktor global, katanya.

Dewan Pengatur akan mengurangi separuh pembelian aset menjadi 30 miliar euro ($ 35 miliar) per bulan mulai bulan Januari dan berlanjut setidaknya selama sembilan bulan sampai akhir September. Mereka berjanji untuk meningkatkan atau memperpanjang pembelian jika prospek inflasi memburuk, dan mengharapkan suku bunga tetap tidak berubah sampai melewati masa akhir pembelian aset bersih. Para pejabat juga akan menginvestasikan kembali hasil dari kepemilikan hutang yang jatuh tempo selama diperlukan. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

 

RELATED NEWS
Swiss National Bank Pertahankan Suku Bunga Stabil Di -0,75%, Sesuai Harapan Luas...
Thursday, 20 September 2018 14:54 WIB

Anggota dewan Swiss National Bank (SNB) memutuskan untuk meninggalkan suku bunga deposito acuan tidak berubah di -0,75% pada penilaian moneter kuartalan yang diadakan hari ini. Bank sentral mempertah...

Bank Sentral Jepang Tidak Mengubah Kebijakan Moneternya...
Wednesday, 19 September 2018 10:31 WIB

Pada pertemuan kebijakan moneternya hari ini, Bank of Japan (BoJ) tidak mengubah pengaturan kebijakan moneternya, menahan suku bunga di -10bps sambil mempertahankan target hasil 10% JGB pada 0,00%. B...

ECB Draghi : Lakukan Lebih Banyak Tindakan Untuk Mendorong Sektor Perbankan...
Tuesday, 18 September 2018 15:52 WIB

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mendesak pemerintah zona euro pada hari Selasa untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk menopang sektor perbankan di kawasan tersebut, termasuk dengan membu...

Bank Sentral Eropa Menetapkan Kebijakan Moneter Tidak Berubah...
Thursday, 13 September 2018 19:05 WIB

Bank Sentral Eropa, seperti yang diharapkan menetapkan suku bunga tidak berubah pada hari Kamis dan menegaskan kembali rencananya untuk mengurangi ukuran program pembelian obligasi bulan depan dan men...

BoE Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah, Meningkatkan Perkiraan Pertumbuhan...
Thursday, 13 September 2018 18:16 WIB

Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah setelah mengangkatnya ke level tertingginya sejak 2009 pada bulan lalu. Komite Kebijakan Moneter, yang dipimpin oleh Gubernur Ma...

POPULAR NEWS
Semua Tanda Menunjuk Ke Atas Untuk Emas - Expert

Emas telah diperdagangkan dalam kisaran...

Emas bukukan gain seiring merosotnya dolar AS

Emas berjangka menetap lebih tinggi pada hari...

Investor Kaji Tekanan Tarif Baru, Emas Melemah

Emas menurun karena investor menilai dampak dari...

LATEST NEWS
Indeks Dolar Melanjutkan Penurunan September, Emas Menguat

Emas berjangka mencoba untuk meraih keuntungan back-to-back Kamis, didorong lagi oleh perdagangan yang lebih lemah untuk indeks dolar yang telah merosot hampir 2% selama sebulan terakhir. Emas Desember naik $ 2, atau hampir 0,2%, menjadi $...

Pompeo: AS Siap Mulai Lagi Pembicaraan dengan Korea Utara

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyambut baik "komitmen penting" yang dibuat oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada pertemuan puncak dengan Korea Selatan pekan ini. Korea Utara mengumumkan akan membongkar komplek uji coba misilnya jika...

Minyak AS Memperpanjang Kenaikannya Di Atas 2 Bulan Tertinggi

Minyak berjangka naik pada Kamis pagi, memperpanjang kenaikan sehari setelah mencatatkan penutupan tertinggi sejak Juli lalu menyusul laporan pemerintah yang menunjukkan penurunan mingguan kelima berturut-turut dalam persediaan minyak mentah...