Tuesday, 16 January 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Draghi: ECB Masih Belum Bisa Capai Target Inflasi pada tahun 2020
Thursday, 14 December 2017 21:34 WIB | FISCAL & MONETARY | ECBMario Draghi

Mario Draghi tidak lagi menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa akan memenuhi target inflasi pada 2020, mengindikasikan bahwa ekonomi kawasan euro belum cukup kuat untuk menjamin penyisihan stimulus moneter.

Presiden ECB mengumumkan proyeksi ekonomi terbaru yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat selama tiga tahun ke depan namun terdapat perlambatan kenaikan pada harga konsumen. Inflasi akan rata-rata berada di 1,7 persen pada 2020, di bawah target 2 persen. Pembuat kebijakan sebelumnya mempertahankan suku bunga dan menjaga pelonggaran kuantitatif mereka tidak berubah.

Diskusi Dewan Pengurus "mencerminkan peningkatan kepercayaan yang kita miliki dalam konvergensi inflasi menuju jalur mandiri dalam jangka menengah," kata Draghi dalam konferensi pers pada hari Kamis, menambahkan bahwa "level yang cukup besar" untuk stimulus masih diperlukan. "Tekanan harga domestik tetap teredam secara keseluruhan dan belum menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan dari tren kenaikan berkelanjutan."

Peringatan dari pimpinan ECB muncul di tengah serentetan keputusan bank sentral dalam 24 jam terakhir yang memberi sinyal kebijakan moneter global menjadi lebih ketat ke depannya. Federal Reserve AS mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini, Cina secara tak terduga menaikkan biaya pinjaman yang lebih tinggi, dan bank sentral Norwegia memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan menaikkan suku bunga lebih awal dari sebelumnya.

Bank Nasional Swiss memperkirakan inflasi akan melampaui targetnya pada akhir 2020, meskipun mengatakan tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga. Bank of England, yang menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam satu dekade, mempertahankan kebijakan yang tidak berubah di London.

Draghi mengatakan momentum siklis yang kuat dapat memberikan kejutan pertumbuhan positif lebih lanjut dalam waktu dekat. Risiko penruuan sebagian besar terkait faktor global, katanya.

Dewan Pengatur akan mengurangi separuh pembelian aset menjadi 30 miliar euro ($ 35 miliar) per bulan mulai bulan Januari dan berlanjut setidaknya selama sembilan bulan sampai akhir September. Mereka berjanji untuk meningkatkan atau memperpanjang pembelian jika prospek inflasi memburuk, dan mengharapkan suku bunga tetap tidak berubah sampai melewati masa akhir pembelian aset bersih. Para pejabat juga akan menginvestasikan kembali hasil dari kepemilikan hutang yang jatuh tempo selama diperlukan. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

 

RELATED NEWS
Peneliti PBOC Melihat Ruang untuk Kenaikan Suku Bunga...
Monday, 8 January 2018 10:32 WIB

Inflasi pabrik yang lebih cepat dan keuntungan di sektor industri pada tahun lalu telah menciptakan ruang bagi kenaikan suku bunga secara keseluruhan, kata peneliti People of Bank of China, Ji Min, me...

Sebagian Besar Pejabat The Fed Mendukung Kenaikan Suku Bunga Secara Bertahap...
Thursday, 4 January 2018 02:28 WIB

Pejabat Federal Reserve pada bulan Desember memperdebatkan risiko terhadap prospek ekonomi AS, dengan beberapa pihak yang prihatin dengan inflasi rendah dan yang lainnya menunjukkan pertumbuhan yang k...

BOJ Pertahankan Stimulus Terkait Laju Inflasi Dibalik Pertumbuhan Ekonomi...
Thursday, 21 December 2017 10:24 WIB

Bank of Japan membiarkan stimulus moneter tidak berubah dalam pertemuan kebijakan akhir tahun 2017, yang tersisa pada cruise control karena menunggu kenaikan inflasi yang sangat rendah. Bank sentral ...

RBA Meningkatkan Kepercayaan Bahwa Pengangguran Akan Turun Lebih Jauh, CPI Naik...
Tuesday, 19 December 2017 08:28 WIB

Bank sentral Australia menunjukkan peningkatan kepercayaan ekonomi akan menguat lagi di tahun depan, yang berpotensi meletakkan dasar untuk pengetatan kebijakan pertama sejak 2010, menurut risalah dar...

ECB tahan suku bunga pada rekor rendah, ulangi pedoman dovishnya...
Thursday, 14 December 2017 20:07 WIB

Bank Sentral Eropa tidak mengubah kebijakannya hari Kamis, mempertahankan suku bunga deposito pada tingkat negatif 0,4% dan tingkat re-financing utamanya sebesar 0%. Bank tersebut mengulangi pedomann...

POPULAR NEWS
Emas Bisa Menguji ''Target Tertinggi para Bulls'' Pekan Ini - MKS

Seiring harga emas terus membuat jalan ke level...

Dolar Memulai Pekan ini Dengan Lanjutkan Kerugian

Tren melemahnya dollar berlanjut pada hari...

Emas Reli ke level Tertinggi 4 Bulan seiring Dolar AS Perpanjang Penurunan

Emas naik ke level tertinggi dalam empat bulan...

LATEST NEWS
GBP/USD Menyentuh Level Terendah Baru Pasca IHK Inggris

Pasangan GBP/USD melanjutkan penurunan dari level tertinggi pasca Brexit dan sesi terendah baru setelah rilis angka inflasi Inggris. Saat ini diperdagangkan di sekitar area 1,3770-65, pasangan ini bertemu dengan beberapa pasokan setelah inflasi...

Emas Turun dari Level 4 Bulan Tertinggi Seiring Penguatan Dolar

Emas turun dari level empat bulan tertinggi karena dolar memperoleh kembali dorongan dan saham di Eropa mempertahankan nada bullish. Bullion untuk pengiriman segera turun 0,4 % pada level $ 1,334.60 / oz. Logam naik ke level $ 1,344.81 pada hari...

Tingkat Inflasi Inggris Mencapai 3%, Penurunan Pertama dalam 6 Bulan

Inflasi Inggris menurun untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir di bulan Desember, berkat biaya tarif tiket pesawat serta permainan dan mainan. Penurunan tersebut menjadi 3 persen dari sebelumnya 3,1 persen di bulan November, merupakan...