Friday, 15 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
WN Turki Setujui Referendum, Perkuat Kewenangan Presiden
Tuesday, 18 April 2017 04:28 WIB | GLOBAL |Global

Partai yang berkuasa di Turki mengklaim kemenangan dalam referendum yang memberi kewenangan baru yang luas kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, demikian diumumkan pihak berwenang Minggu malam.

Setelah 99 persen surat suara dihitung, media resmi pemerintah Turki melaporkan jumlah suara "ya" lebih dari 51 persen, dan suara "tidak" kurang dari 49 persen. Kepala dewan pemilu Turki kemudian mengukuhkan hasil itu dan mengatakan penghitungan resmi akan dirilis dalam 12 hari ke depan.

Kepada pendukungnya yang bersorak di luar kediaman resminya di Istanbul, Erdogan mengatakan, kamp "ya" mendapat 25 juta suara - 1,3 juta lebih dari yang diberikan penentang perubahan besar itu. Ia juga mengatakan referendum itu mengakhiri sejarah intervensi militer Turki dalam pemerintahan selama puluhan tahun. "Untuk pertama kali dalam sejarah republik ini, kita mengubah sistem pemerintahan melalui politik sipil," ujarnya dalam pidato singkat.

Suara œYa berarti parlemen Turki umumnya akan disisihkan. Perdana menteri dan kabinet akan dihapus, dan menteri-menteri akan ditunjuk langsung oleh presiden dan bertanggungjawab kepadanya. Presiden juga akan menetapkan anggaran.

Amandemen konstitusi itu juga mengakhiri netralitas resmi presiden, yang memungkinkannya memimpin partai politik. Presiden akan berwenang membubarkan parlemen, menyatakan keadaan darurat, dan kewenangannya bertambah untuk menunjuk hakim mahkamah agung dan mahkamah konstitusi.

Referendum itu memecah-belah Turki. Pendukung dan penentang sama-sama mengatakan masa depan negara itu dipertaruhkan.

Erdogan menegaskan reformasi itu akan menciptakan sistem pemerintahan yang cepat dan efisien yang akan memungkinkan Turki menghadapi tantangan memerangi teror dan perlambatan ekonomi.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS
Raja Saudi Setujui Paket Stimulus Ekonomi Senilai $19 Miliar...
Thursday, 14 December 2017 20:21 WIB

Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi menerbitkan keputusan yang menyetujui sejumlah kebijakan senilai 72 miliar riyal ($19.2 miliar) untuk menstimulasi pertumbuhan di sektor swasta tahun depan, kantor...

PBB Desak Aksi Akhiri Kekerasan Terhadap Rohingya...
Thursday, 14 December 2017 04:03 WIB

Utusan PBB urusan Kekerasan Seksual dalam Kawasan Konflik mendesak Dewan Keamanan untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang telah mengakibatkan l...

Jones dari Demokrat Menangkan Pemilihan Senat Alabama...
Wednesday, 13 December 2017 20:11 WIB

Wakil dari Demokrat Doug Jones memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi Senat AS kosong yang mewakili negara bagian selatan Alabama, memberikan apa yang banyak dilihat sebagai kemunduran yang ...

KTT Paris Bahas Peningkatan Pendanaan untuk Cegah Perubahan Iklim ...
Wednesday, 13 December 2017 04:05 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumpulkan pemimpin bisnis dan 50 pemimpin dunia di Paris untuk mengikuti pertemuan, Selasa (12/12), yang berfokus pada peningkatan pendanaan untuk mencegah perubaha...

Hubungan Turki-Rusia Makin Dalam Dengan Kunjungan Putin ke Ankara...
Tuesday, 12 December 2017 19:27 WIB

Dalam pertemuan ketiga dalam sebulan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi tuan rumah dari Presiden Rusia Vladimir Putin, di Ankara. Pembicaraan berfokus pada Suriah, tetapi kunjungan Putin be...

LATEST NEWS
Bursa Hong Kong abaikan kenaikan Fed Rate dan data Cina (Review)

Saham-saham Hong Kong sedikit berubah pada hari Kamis, seiring para investor memberikan reaksi biasa terhadap kenaikan suku bunga AS yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh Federal Reserve dan juga data ekonomi bulan November yang biasa-biasa saja...

Dow Hentikan Kenaikan Beruntun 5-Harinya Pada Penutupan Perdagangan

Dow Jones Industrial Average mengakhiri kenaikan beruntun lima harinya pada hari Kamis dengan pasar mengambil jeda setelah beberapa sesi pemecahan rekor. Sektor bahan baku dan perawatan kesehatan memuncaki penurunan sementara saham discretionary...

Harga Minyak Berjuang Mencari Arah Terkait Data Produksi Minyak Mentah

Minyak berjuang mencari arah pada hari Kamis karena data minyak mentah dan data produksi minyak mentah baru-baru ini memicu volatilitas perdagangan di pasar energi, dengan harga minyak acuan AS berada di antara kerugian dan kenaikan moderat dan...