Sunday, 30 April 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
WN Turki Setujui Referendum, Perkuat Kewenangan Presiden
Tuesday, 18 April 2017 04:28 WIB | GLOBAL |Global

Partai yang berkuasa di Turki mengklaim kemenangan dalam referendum yang memberi kewenangan baru yang luas kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, demikian diumumkan pihak berwenang Minggu malam.

Setelah 99 persen surat suara dihitung, media resmi pemerintah Turki melaporkan jumlah suara "ya" lebih dari 51 persen, dan suara "tidak" kurang dari 49 persen. Kepala dewan pemilu Turki kemudian mengukuhkan hasil itu dan mengatakan penghitungan resmi akan dirilis dalam 12 hari ke depan.

Kepada pendukungnya yang bersorak di luar kediaman resminya di Istanbul, Erdogan mengatakan, kamp "ya" mendapat 25 juta suara - 1,3 juta lebih dari yang diberikan penentang perubahan besar itu. Ia juga mengatakan referendum itu mengakhiri sejarah intervensi militer Turki dalam pemerintahan selama puluhan tahun. "Untuk pertama kali dalam sejarah republik ini, kita mengubah sistem pemerintahan melalui politik sipil," ujarnya dalam pidato singkat.

Suara œYa berarti parlemen Turki umumnya akan disisihkan. Perdana menteri dan kabinet akan dihapus, dan menteri-menteri akan ditunjuk langsung oleh presiden dan bertanggungjawab kepadanya. Presiden juga akan menetapkan anggaran.

Amandemen konstitusi itu juga mengakhiri netralitas resmi presiden, yang memungkinkannya memimpin partai politik. Presiden akan berwenang membubarkan parlemen, menyatakan keadaan darurat, dan kewenangannya bertambah untuk menunjuk hakim mahkamah agung dan mahkamah konstitusi.

Referendum itu memecah-belah Turki. Pendukung dan penentang sama-sama mengatakan masa depan negara itu dipertaruhkan.

Erdogan menegaskan reformasi itu akan menciptakan sistem pemerintahan yang cepat dan efisien yang akan memungkinkan Turki menghadapi tantangan memerangi teror dan perlambatan ekonomi.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS
Polisi Gagalkan Rencana Aksi Teror Di London...
Saturday, 29 April 2017 04:35 WIB

Polisi mengatakan telah menggagalkan rencana teror setelah menembak seorang perempuan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Willesden, London barat laut. Perempuan berusia 20-an itu, yang merupa...

United Airlines Capai Kesepakatan dengan Penumpang yang Diseret Keluar Pesawat...
Friday, 28 April 2017 23:45 WIB

United Airlines hari Kamis (28/4) mencapai penyelesaian di luar pengadilan dengan seorang dokter yang diseret keluar dari salah satu pesawatnya setelah menolak untuk memberikan kursinya. Perusaha...

Pemasangan THAAD yang Dipercepat, Picu Perselisihan di Kalangan Capres Korsel...
Friday, 28 April 2017 04:36 WIB

Calon-calon presiden Korea Selatan mengkritik pemasangan terburu-buru sistem anti-misil Amerika Terminal High Altitude Defense (THAAD) kurang dari dua pekan sebelum pemilu di negara mereka. Rabu ...

PBB Catat Kenaikan 54 Persen Kematian Perempuan Terkait Konflik di Afghanistan...
Friday, 28 April 2017 01:28 WIB

PBB menyatakan telah mendokumentasikan peningkatan 54 persen dalam jumlah kematian akibat konflik pada kaum perempuan Afghanistan dan kenaikan 17 persen kematian anak-anak dalam kuartal pertama ta...

Perancis: Pasukan Suriah Gunakan Sarin dalam Serangan 4 April...
Thursday, 27 April 2017 04:04 WIB

Perancis mengatakan, Rabu (26/4), analisanya terhadap serangan kimia 4 April lalu di Suriah Utara, menunjukkan, pemerintah Suriah bertanggung jawab atas penggunaan Sarin terhadap warga sipil. Ser...

POPULAR NEWS
Emas hentikan penurunan 3 hari beruntun

Emas menguat tipis pada hari Kamis,...

Emas Ditetapkan untuk Penurunan Mingguan Kedua

Emas memimpin penurunan mingguan kedua...

Emas menuju penurunan mingguan kedua jelang Rilis GDP AS

Emas memimpin penurunan mingguan kedua...

LATEST NEWS
Polisi Gagalkan Rencana Aksi Teror Di London

Polisi mengatakan telah menggagalkan rencana teror setelah menembak seorang perempuan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Willesden, London barat laut. Perempuan berusia 20-an itu, yang merupakan salah-seorang yang tengah diselidiki,...

Indeks Saham Hong Kong Merosot dari 20-Bulan Tertinggi (Review)

Indeks saham Hong Kong pada hari Jumat merosot dari level 20 bulan tertinggi yang sebelumnya didorong oleh arus kas masuk dari China daratan yang bergerak terus menerus. Indeks Hang Seng turun 0,3 persen ke level 24.615,13, sedangkan Indeks...

Dolar menguat vs yen, turun vs euro untuk 2 pekan beruntun

Dolar menguat terhadap yen pada hari Jumat, ditutup dengan kenaikan mingguan, setelah data resmi menunjukkan biaya tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi AS membaik secara moderat selama kuartal pertama. Namun, penurunan greenback terhadap euro...