Tuesday, 27 June 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Korea Utara Akan Lakukan Uji Coba Rudal Setiap Minggu
Tuesday, 18 April 2017 20:20 WIB | GLOBAL |

Korea Utara akan menguji coba rudal setiap minggu, meskipun mendapat kecaman internasional dan terjadi ketegangan militer dengan Amerika Serikat.

Penegasan itu diutarakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song-ryol, dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC John Sudworth di Pyongyang.

"Kami akan melakukan uji coba rudal lagi setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun," kata Han Song-ryol.

Ditambahkannya bahwa Korea Utara yakin senjata nuklir yang dimilikinya 'melindungi' negara itu dari ancaman aksi militer Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat ceroboh dengan melancarkan tindakan militer, itu berarti akan ada perang habis-habisan sejak hari pertama," tegas Han Song-ryol.

Pemerintah Korea Utara menganggap Amerika sebagai agresor.

Sebelumnya wakil presiden Amerika Serikat, dalam rangkaian kunjungan ke Asia, memperingatkan Korea Utara untuk tidak menguji kesabaran Amerika.

Pence mengatakan 'era kesabaran strategis' dengan Korea Utara telah berakhir. Kunjungan wakil presiden Amerika ini mencakup Korea Selatan, Jepang, Indonesia dan Australia.

Pence tiba di ibu kota Korea Selatan, Seoul, pada Minggu (16/04), beberapa jam setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal yang berakhir gagal.

Ketegangan

Dalam kunjungannya ke Jepang pada Selasa (18/04), Mike Pence menyebut pemerintah Korea Utara sebagai 'ancaman paling besar' terhadap kawasan. Dia menegaskan kembali bahwa meskipun Amerika dan sekutu-sekutunya akan menerapkan tekanan ekonomi, 'semua opsi dipertimbangkan' dalam menghadapi Pyongyang.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat belakangan di tengah retorika panas yang disuarakan oleh Korea Utara dan Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat merencanakan serangan militer terhadap kami, maka kami akan merespon dengan serangan nuklir penangkal, sesuai dengan gaya dan metode kami," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song-ryol, dalam wawancara dengan BBC.

Negara itu meningkatkan uji coba rudal dan nuklir selama beberapa tahun belakangan, meskipun dikritik dan dikenai sanksi oleh PBB.

Tujuan uji coba itu adalah agar negara itu mampu menempatkan hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai sasaran-sasaran di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sudah mengatakan hal itu tidak akan terjadi, dan meningkatkan tekanan kepada Korea Utara yang terisolasi dari dunia luar.

Amerika Serikat mengerahkan sejumlah kapal menuju Semenanjung Korea, termasuk kapal induk USS Carl Vinson.

Sumber: BBC

RELATED NEWS
Hasil Studi: Minyak Zaitun Lindungi Otak dari Penyakit Alzheimer...
Friday, 23 June 2017 19:56 WIB

Penelitian terbaru menunjukkan minyak zaitun murni, bagian diet penting, kemungkinan dapat memberi perlindungan terhadap œkemerosotan kemampuan koginitif. Manfaat pola makan a la Mediterranea su...

KTT Para Pemimpin Uni Eropa akan Bahas Brexit...
Friday, 23 June 2017 06:36 WIB

Para pemimpin Uni Eropa memulai KTT dua hari mereka di Brussels hari Kamis (22/6), untuk membahas banyak hal mulai dari rencana Inggris keluar dari blok ekonomi regional itu hingga bangkitnya kemb...

Lockheed Menang Kontrak dari AU AS untuk Pasok Simulator Ancaman Radar ...
Friday, 23 June 2017 01:58 WIB

Lockheed Martin Corp menyatakan hari Rabu perusahaannya telah memenangkan kontrak senilai $104 juta dari AU AS untuk mengembangkan, memproduksi, dan menggelar simulator ancaman untuk melatih awak ...

Belgia Tahan 4 Orang Terkait Serangan di Stasiun KA di Brussels...
Thursday, 22 June 2017 19:57 WIB

Pihak berwenang di Belgia, Kamis (22/6) menyatakan polisi telah menahan empat orang yang terkait dengan investigasi mengenai serangan bom yang gagal di sebuah stasiun kereta di Brussels. Kantor j...

Ratu Inggris Soroti Brexit Saat Buka Parlemen Inggris ...
Thursday, 22 June 2017 04:34 WIB

Ratu Inggris Elizabeth II secara resmi membuka parlemen, Rabu (21/6), dengan pidato yang menegaskan target-target legislatif pemerintahan Perdana Menteri Theresa May. Paket legislatif itu termasu...

POPULAR NEWS
Emas Pangkas Gain 3-harinya Jelang Pernyataan Draghi & Yellen

Emas pangkas kenaikan tiga harinya setelah...

Tidak ada bantuan untuk dolar AS jelang pidato bank sentral

Kurangnya kepercayaan investor pada kenaikan...

LATEST NEWS
Saham AS Menguat ke rekornya ditopang kenaikan sektor teknologi

Pasar saham AS diperdagangkan menguat tak lama setelah sesi pembukaan pada hari Senin ini, karena indeks utama naik ke level yang mendekati rekornya yang ditopang oleh kenaikan saham teknologi. Indeks S&P 500, + 0,41% menambahkan 10...

Pesanan untuk barang tahan AS kembali menurun

Pesanan untuk barang tahan lama di AS seperti pesawat terbang dan komputer turun pada bulan Mei untuk bulan kedua secara beruntun dan mencatat penurunan tertajam dalam enam bulan, ini menunjukkan bahwa lonjakan tahun-tahun awal telah...

Minyak Stabil Pasca Fund Picu Penurunan Mingguan ke-3

Minyak menguat pasca aksi jual di antara hedge fund (Dana lindung nilai) memicu penurunan mingguan kelima secara beruntun di tengah kekhawatiran surplus global yang tidak bersih. Harga sedikit berubah, memangkas kenaikan sebelumnya 1,5% di New...