Sunday, 30 April 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Korea Utara Akan Lakukan Uji Coba Rudal Setiap Minggu
Tuesday, 18 April 2017 20:20 WIB | GLOBAL |

Korea Utara akan menguji coba rudal setiap minggu, meskipun mendapat kecaman internasional dan terjadi ketegangan militer dengan Amerika Serikat.

Penegasan itu diutarakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song-ryol, dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC John Sudworth di Pyongyang.

"Kami akan melakukan uji coba rudal lagi setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun," kata Han Song-ryol.

Ditambahkannya bahwa Korea Utara yakin senjata nuklir yang dimilikinya 'melindungi' negara itu dari ancaman aksi militer Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat ceroboh dengan melancarkan tindakan militer, itu berarti akan ada perang habis-habisan sejak hari pertama," tegas Han Song-ryol.

Pemerintah Korea Utara menganggap Amerika sebagai agresor.

Sebelumnya wakil presiden Amerika Serikat, dalam rangkaian kunjungan ke Asia, memperingatkan Korea Utara untuk tidak menguji kesabaran Amerika.

Pence mengatakan 'era kesabaran strategis' dengan Korea Utara telah berakhir. Kunjungan wakil presiden Amerika ini mencakup Korea Selatan, Jepang, Indonesia dan Australia.

Pence tiba di ibu kota Korea Selatan, Seoul, pada Minggu (16/04), beberapa jam setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal yang berakhir gagal.

Ketegangan

Dalam kunjungannya ke Jepang pada Selasa (18/04), Mike Pence menyebut pemerintah Korea Utara sebagai 'ancaman paling besar' terhadap kawasan. Dia menegaskan kembali bahwa meskipun Amerika dan sekutu-sekutunya akan menerapkan tekanan ekonomi, 'semua opsi dipertimbangkan' dalam menghadapi Pyongyang.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat belakangan di tengah retorika panas yang disuarakan oleh Korea Utara dan Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat merencanakan serangan militer terhadap kami, maka kami akan merespon dengan serangan nuklir penangkal, sesuai dengan gaya dan metode kami," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song-ryol, dalam wawancara dengan BBC.

Negara itu meningkatkan uji coba rudal dan nuklir selama beberapa tahun belakangan, meskipun dikritik dan dikenai sanksi oleh PBB.

Tujuan uji coba itu adalah agar negara itu mampu menempatkan hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai sasaran-sasaran di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sudah mengatakan hal itu tidak akan terjadi, dan meningkatkan tekanan kepada Korea Utara yang terisolasi dari dunia luar.

Amerika Serikat mengerahkan sejumlah kapal menuju Semenanjung Korea, termasuk kapal induk USS Carl Vinson.

Sumber: BBC

RELATED NEWS
Polisi Gagalkan Rencana Aksi Teror Di London...
Saturday, 29 April 2017 04:35 WIB

Polisi mengatakan telah menggagalkan rencana teror setelah menembak seorang perempuan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Willesden, London barat laut. Perempuan berusia 20-an itu, yang merupa...

United Airlines Capai Kesepakatan dengan Penumpang yang Diseret Keluar Pesawat...
Friday, 28 April 2017 23:45 WIB

United Airlines hari Kamis (28/4) mencapai penyelesaian di luar pengadilan dengan seorang dokter yang diseret keluar dari salah satu pesawatnya setelah menolak untuk memberikan kursinya. Perusaha...

Pemasangan THAAD yang Dipercepat, Picu Perselisihan di Kalangan Capres Korsel...
Friday, 28 April 2017 04:36 WIB

Calon-calon presiden Korea Selatan mengkritik pemasangan terburu-buru sistem anti-misil Amerika Terminal High Altitude Defense (THAAD) kurang dari dua pekan sebelum pemilu di negara mereka. Rabu ...

PBB Catat Kenaikan 54 Persen Kematian Perempuan Terkait Konflik di Afghanistan...
Friday, 28 April 2017 01:28 WIB

PBB menyatakan telah mendokumentasikan peningkatan 54 persen dalam jumlah kematian akibat konflik pada kaum perempuan Afghanistan dan kenaikan 17 persen kematian anak-anak dalam kuartal pertama ta...

Perancis: Pasukan Suriah Gunakan Sarin dalam Serangan 4 April...
Thursday, 27 April 2017 04:04 WIB

Perancis mengatakan, Rabu (26/4), analisanya terhadap serangan kimia 4 April lalu di Suriah Utara, menunjukkan, pemerintah Suriah bertanggung jawab atas penggunaan Sarin terhadap warga sipil. Ser...

POPULAR NEWS
Emas hentikan penurunan 3 hari beruntun

Emas menguat tipis pada hari Kamis,...

Emas Ditetapkan untuk Penurunan Mingguan Kedua

Emas memimpin penurunan mingguan kedua...

Emas menuju penurunan mingguan kedua jelang Rilis GDP AS

Emas memimpin penurunan mingguan kedua...

LATEST NEWS
Polisi Gagalkan Rencana Aksi Teror Di London

Polisi mengatakan telah menggagalkan rencana teror setelah menembak seorang perempuan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Willesden, London barat laut. Perempuan berusia 20-an itu, yang merupakan salah-seorang yang tengah diselidiki,...

Indeks Saham Hong Kong Merosot dari 20-Bulan Tertinggi (Review)

Indeks saham Hong Kong pada hari Jumat merosot dari level 20 bulan tertinggi yang sebelumnya didorong oleh arus kas masuk dari China daratan yang bergerak terus menerus. Indeks Hang Seng turun 0,3 persen ke level 24.615,13, sedangkan Indeks...

Dolar menguat vs yen, turun vs euro untuk 2 pekan beruntun

Dolar menguat terhadap yen pada hari Jumat, ditutup dengan kenaikan mingguan, setelah data resmi menunjukkan biaya tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi AS membaik secara moderat selama kuartal pertama. Namun, penurunan greenback terhadap euro...