Friday, 15 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Korea Utara Akan Lakukan Uji Coba Rudal Setiap Minggu
Tuesday, 18 April 2017 20:20 WIB | GLOBAL |

Korea Utara akan menguji coba rudal setiap minggu, meskipun mendapat kecaman internasional dan terjadi ketegangan militer dengan Amerika Serikat.

Penegasan itu diutarakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song-ryol, dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC John Sudworth di Pyongyang.

"Kami akan melakukan uji coba rudal lagi setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun," kata Han Song-ryol.

Ditambahkannya bahwa Korea Utara yakin senjata nuklir yang dimilikinya 'melindungi' negara itu dari ancaman aksi militer Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat ceroboh dengan melancarkan tindakan militer, itu berarti akan ada perang habis-habisan sejak hari pertama," tegas Han Song-ryol.

Pemerintah Korea Utara menganggap Amerika sebagai agresor.

Sebelumnya wakil presiden Amerika Serikat, dalam rangkaian kunjungan ke Asia, memperingatkan Korea Utara untuk tidak menguji kesabaran Amerika.

Pence mengatakan 'era kesabaran strategis' dengan Korea Utara telah berakhir. Kunjungan wakil presiden Amerika ini mencakup Korea Selatan, Jepang, Indonesia dan Australia.

Pence tiba di ibu kota Korea Selatan, Seoul, pada Minggu (16/04), beberapa jam setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal yang berakhir gagal.

Ketegangan

Dalam kunjungannya ke Jepang pada Selasa (18/04), Mike Pence menyebut pemerintah Korea Utara sebagai 'ancaman paling besar' terhadap kawasan. Dia menegaskan kembali bahwa meskipun Amerika dan sekutu-sekutunya akan menerapkan tekanan ekonomi, 'semua opsi dipertimbangkan' dalam menghadapi Pyongyang.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat belakangan di tengah retorika panas yang disuarakan oleh Korea Utara dan Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat merencanakan serangan militer terhadap kami, maka kami akan merespon dengan serangan nuklir penangkal, sesuai dengan gaya dan metode kami," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Han Song-ryol, dalam wawancara dengan BBC.

Negara itu meningkatkan uji coba rudal dan nuklir selama beberapa tahun belakangan, meskipun dikritik dan dikenai sanksi oleh PBB.

Tujuan uji coba itu adalah agar negara itu mampu menempatkan hulu ledak nuklir pada rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai sasaran-sasaran di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sudah mengatakan hal itu tidak akan terjadi, dan meningkatkan tekanan kepada Korea Utara yang terisolasi dari dunia luar.

Amerika Serikat mengerahkan sejumlah kapal menuju Semenanjung Korea, termasuk kapal induk USS Carl Vinson.

Sumber: BBC

RELATED NEWS
Raja Saudi Setujui Paket Stimulus Ekonomi Senilai $19 Miliar...
Thursday, 14 December 2017 20:21 WIB

Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi menerbitkan keputusan yang menyetujui sejumlah kebijakan senilai 72 miliar riyal ($19.2 miliar) untuk menstimulasi pertumbuhan di sektor swasta tahun depan, kantor...

PBB Desak Aksi Akhiri Kekerasan Terhadap Rohingya...
Thursday, 14 December 2017 04:03 WIB

Utusan PBB urusan Kekerasan Seksual dalam Kawasan Konflik mendesak Dewan Keamanan untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang telah mengakibatkan l...

Jones dari Demokrat Menangkan Pemilihan Senat Alabama...
Wednesday, 13 December 2017 20:11 WIB

Wakil dari Demokrat Doug Jones memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi Senat AS kosong yang mewakili negara bagian selatan Alabama, memberikan apa yang banyak dilihat sebagai kemunduran yang ...

KTT Paris Bahas Peningkatan Pendanaan untuk Cegah Perubahan Iklim ...
Wednesday, 13 December 2017 04:05 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumpulkan pemimpin bisnis dan 50 pemimpin dunia di Paris untuk mengikuti pertemuan, Selasa (12/12), yang berfokus pada peningkatan pendanaan untuk mencegah perubaha...

Hubungan Turki-Rusia Makin Dalam Dengan Kunjungan Putin ke Ankara...
Tuesday, 12 December 2017 19:27 WIB

Dalam pertemuan ketiga dalam sebulan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi tuan rumah dari Presiden Rusia Vladimir Putin, di Ankara. Pembicaraan berfokus pada Suriah, tetapi kunjungan Putin be...

LATEST NEWS
Bursa Hong Kong abaikan kenaikan Fed Rate dan data Cina (Review)

Saham-saham Hong Kong sedikit berubah pada hari Kamis, seiring para investor memberikan reaksi biasa terhadap kenaikan suku bunga AS yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh Federal Reserve dan juga data ekonomi bulan November yang biasa-biasa saja...

Dow Hentikan Kenaikan Beruntun 5-Harinya Pada Penutupan Perdagangan

Dow Jones Industrial Average mengakhiri kenaikan beruntun lima harinya pada hari Kamis dengan pasar mengambil jeda setelah beberapa sesi pemecahan rekor. Sektor bahan baku dan perawatan kesehatan memuncaki penurunan sementara saham discretionary...

Harga Minyak Berjuang Mencari Arah Terkait Data Produksi Minyak Mentah

Minyak berjuang mencari arah pada hari Kamis karena data minyak mentah dan data produksi minyak mentah baru-baru ini memicu volatilitas perdagangan di pasar energi, dengan harga minyak acuan AS berada di antara kerugian dan kenaikan moderat dan...