Sunday, 30 April 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Polisi Perancis Tangkap 2 Pria, Gagalkan Serangan Teroris
Wednesday, 19 April 2017 04:22 WIB | GLOBAL |Global

Polisi di Perancis pada Selasa (18/4) menangkap dua œorang radikal Perancis, dan menggagalkan apa yang mereka sebut sebagai serangan œdalam waktu dekat, hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Matthias Fekl, yang berbicara dalam konferensi pers singkat, mengatakan polisi menyita senjata dan bahan-bahan pembuat bom dari orang-orang itu. Dia tidak memberikan rincian lain tentang target potensial atau motif, tetapi mengatakan dia menduga serangan itu direncanakan œmenjelang pemilihan presiden Perancis.

Fekl mengatakan kedua orang itu ditangkap di kota Versailles, Perancis selatan, oleh agen keamanan dalam negeri Perancis.

Dia mengatakan penyelidikan sedang berlangsung, dan, polisi telah menemukan œunsur-unsur yang mendukung rencana serangan teror itu.

Kandidat presiden berhaluan kanan Marine Le Pen mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa polisi memperingatkannya tentang kedua orang itu pekan lalu dan tim keamanannya menerima foto-foto ke-dua orang tersebut pada hari Kamis. Presiden Francois Hollande menyebut penangkapan itu œluar biasa dan memuji polisi karena mencegah rencana serangan teror.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS
Polisi Gagalkan Rencana Aksi Teror Di London...
Saturday, 29 April 2017 04:35 WIB

Polisi mengatakan telah menggagalkan rencana teror setelah menembak seorang perempuan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Willesden, London barat laut. Perempuan berusia 20-an itu, yang merupa...

United Airlines Capai Kesepakatan dengan Penumpang yang Diseret Keluar Pesawat...
Friday, 28 April 2017 23:45 WIB

United Airlines hari Kamis (28/4) mencapai penyelesaian di luar pengadilan dengan seorang dokter yang diseret keluar dari salah satu pesawatnya setelah menolak untuk memberikan kursinya. Perusaha...

Pemasangan THAAD yang Dipercepat, Picu Perselisihan di Kalangan Capres Korsel...
Friday, 28 April 2017 04:36 WIB

Calon-calon presiden Korea Selatan mengkritik pemasangan terburu-buru sistem anti-misil Amerika Terminal High Altitude Defense (THAAD) kurang dari dua pekan sebelum pemilu di negara mereka. Rabu ...

PBB Catat Kenaikan 54 Persen Kematian Perempuan Terkait Konflik di Afghanistan...
Friday, 28 April 2017 01:28 WIB

PBB menyatakan telah mendokumentasikan peningkatan 54 persen dalam jumlah kematian akibat konflik pada kaum perempuan Afghanistan dan kenaikan 17 persen kematian anak-anak dalam kuartal pertama ta...

Perancis: Pasukan Suriah Gunakan Sarin dalam Serangan 4 April...
Thursday, 27 April 2017 04:04 WIB

Perancis mengatakan, Rabu (26/4), analisanya terhadap serangan kimia 4 April lalu di Suriah Utara, menunjukkan, pemerintah Suriah bertanggung jawab atas penggunaan Sarin terhadap warga sipil. Ser...

POPULAR NEWS
Emas hentikan penurunan 3 hari beruntun

Emas menguat tipis pada hari Kamis,...

Emas Ditetapkan untuk Penurunan Mingguan Kedua

Emas memimpin penurunan mingguan kedua...

Emas menuju penurunan mingguan kedua jelang Rilis GDP AS

Emas memimpin penurunan mingguan kedua...

LATEST NEWS
Polisi Gagalkan Rencana Aksi Teror Di London

Polisi mengatakan telah menggagalkan rencana teror setelah menembak seorang perempuan dalam penggerebekan di sebuah rumah di Willesden, London barat laut. Perempuan berusia 20-an itu, yang merupakan salah-seorang yang tengah diselidiki,...

Indeks Saham Hong Kong Merosot dari 20-Bulan Tertinggi (Review)

Indeks saham Hong Kong pada hari Jumat merosot dari level 20 bulan tertinggi yang sebelumnya didorong oleh arus kas masuk dari China daratan yang bergerak terus menerus. Indeks Hang Seng turun 0,3 persen ke level 24.615,13, sedangkan Indeks...

Dolar menguat vs yen, turun vs euro untuk 2 pekan beruntun

Dolar menguat terhadap yen pada hari Jumat, ditutup dengan kenaikan mingguan, setelah data resmi menunjukkan biaya tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi AS membaik secara moderat selama kuartal pertama. Namun, penurunan greenback terhadap euro...