Wednesday, 23 May 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Facebook Manfaatkan AI untuk Hapus Konten Propaganda Teroris
Friday, 16 June 2017 11:21 WIB | GLOBAL |Global

Facebook memaparkan menggunakan Artificial Intelligence atau œAI (intellijen buatan) dalam upaya terus menerus mencegah propaganda teroris disebarkan lewat platformnya.

œKami ingin menemukan konten teroris secepatnya, sebelum warga di komunitas kita melihatnya, bunyi pesan yang dipasang hari Kamis (15/6).

œSebagian besar akun sudah kami tutup karena aspek terorisnya kami temukan sendiri. Tapi kita bisa bertindak lebih baik lagi menggunakan teknologi khususnya intelijen buatan untuk menghentikan penyebaran konten teroris di Facebook, tambah pesan itu.

Perusahaan itu menghadapi tekanan yang meningkat dari pemerintah di seluruh dunia untuk lebih baik lagi mencabut postingan yang dibuat oleh teroris.

Beberapa peran "Al" melibatkan œpencocokan gambar untuk melihat apakah gambar yang diunggah sama dengan yang sebelumnya dicabut karena mengandung konten teroris.

œPemahaman bahasa lanjut perusahaan itu, "akan memungkinkan untuk œmemahami teks yang mungkin menganjurkan aksi teror.

Al kata Facebook juga berguna untuk mengenali dan menutup œkelompok-kelompok teroris.

œKita tahu dari studi-studi mengenai teroris bahwa mereka cenderung untuk meradikalisasi dan beroperasi dalam kelompok-kelompok, demikian menurut postingan blog itu.

œKecenderungan di luar internet ini juga tercermin di internet. Jadi kalau kami mengenali halaman, kelompok, postingan atau profil, mendukung aksi teror kami juga menggunakan algoritme untuk œmenyaringdan mengenali bahan-bahan terkait yang mungkin juga mendukung aksi teror.

Facebook mengatakan Al membantu mengenali dan menutup akun palsu yang dibuat oleh œpelanggar kambuhan. Facebook mengatakan sudah mengurangi waktu aktif akun-akun palsu itu.

Meski demikian perusahaan itu tidak bergantung sepenuhnya pada Al.

œAI tidak bisa menangkap semuanya, kata Facebook.

œMenyimpulkan apa yang mendukung aksi teror dan yang tidak, tidak selalu mudah dan algoritme belum sebaik manusia jika menyangkut pemahaman konteks semacam ini.

œFoto seorang bersenjata mengibarkan bendera ISIS mungkin propaganda atau bahan perekrutan tapi mungkin gambar dalam sebuah laporan berita. Beberapa kecaman yang paling efektif mengenai kelompok-kelompok brutal seperti ISIS menggunakan propaganda kelompok itu sendiri untuk menentangnya. Untuk memahami nuansa kasus, kami membutuhkan keahlian manusia.

Sumber: VOA

RELATED NEWS
Picu Kebakaran, Remaja AS Harus Bayar $37 Juta...
Wednesday, 23 May 2018 03:53 WIB

Seorang remaja yang memicu kebakaran hebat di negara bagian Oregon, AS telah diperintahkan untuk membayar ganti rugi $37 juta dalam sepuluh tahun ke depan. Laki-laki 15 tahun itu mengaku awal tahun i...

Trump katakan tidak senang dengan bagaimana pembicaraan perdagangan dilakukan dengan China...
Wednesday, 23 May 2018 00:36 WIB

Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan dia tidak senang dengan pembicaraan perdagangan baru-baru ini antara Amerika Serikat dan China, tetapi tetap membuka pintu untuk negosiasi lebih lanju...

Parlemen Inggris Desak Tindakan Finansial Tegas terhadap Kremlin...
Tuesday, 22 May 2018 18:39 WIB

Klub sepakbola Liga Premier miliknya, Chelsea, memenangkan FA Cup hari Minggu (20/5), tetapi Roman Abramovich, oligarki Rusia yang terkait Kremlin, kesulitan memperbaharui visanya untuk masuk Inggris,...

Starbucks Izinkan Pengunjung Kafe Bersantai Tanpa Beli Kopi...
Tuesday, 22 May 2018 01:50 WIB

Kedai kopi waralaba raksasa Starbucks dalam kebijakan terbaru mengatakan para pengunjung boleh bersantai di kedai-kedai kopinya atau menggunakan toilet meski tidak membeli apapun. Kebijakan itu diumum...

AS dan China Hentikan Sengketa Dagang...
Monday, 21 May 2018 18:15 WIB

Amerika Serikat dan China mengatakan, Minggu (20/5), membatalkan rencana untuk mengenakan tariff bea impor tinggi atas barang masing-masing.Pembatalan itu itu muncul satu hari setelah China sepakat ak...

POPULAR NEWS
Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING

Bahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah...

Emas pangkas penurunan setelah sentuh level terendah tahun ini

Emas berjangka ditutup turun tipis pada hari...

Dolar AS tergelincir seiring fokus berubah ke laporan pertemuan Fed

Dolar tergelincir pada hari Selasa setelah enam...

LATEST NEWS
AUD/JPY Berjuang Untuk Pertahankan 84,00, Tergelincir Menjelang Pidato Lowe RBA

AUD/JPY bergerak lebih rendah di sesi awal hari Rabu, menguji tepat di bawah level utama 84,00. Aussie rebound kuat untuk memulai minggu ini, tetapi momentum bullish sedang memburuk dengan cepat, dan AUD/JPY kembali turun setelah mencatatkan level...

Bursa Saham HK Bergerak Menurun Dalam Beberapa Menit Pertama

Bursa saham Hong Kong turun di sesi pembukaan pada hari Rabu seiring para investor kembali dari jeda satu hari ke kekhawatiran tentang pertemuan bersejarah AS-Korea Utara. Indeks Hang Seng merosot 0,14 persen, atau 42,48 poin, ke level...

Emas Naik Seiring Keraguan Atas KTT AS-Korea Utara

Emas naik seiring dengan ketegangan geopolitik muncul kembali setelah Presiden Donald Trump meragukan kemungkinan KTT dengan Korea Utara selama pertemuan di Oval Office dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Bullion untuk pengiriman segera...