Tuesday, 27 June 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Facebook Manfaatkan AI untuk Hapus Konten Propaganda Teroris
Friday, 16 June 2017 11:21 WIB | GLOBAL |Global

Facebook memaparkan menggunakan Artificial Intelligence atau œAI (intellijen buatan) dalam upaya terus menerus mencegah propaganda teroris disebarkan lewat platformnya.

œKami ingin menemukan konten teroris secepatnya, sebelum warga di komunitas kita melihatnya, bunyi pesan yang dipasang hari Kamis (15/6).

œSebagian besar akun sudah kami tutup karena aspek terorisnya kami temukan sendiri. Tapi kita bisa bertindak lebih baik lagi menggunakan teknologi khususnya intelijen buatan untuk menghentikan penyebaran konten teroris di Facebook, tambah pesan itu.

Perusahaan itu menghadapi tekanan yang meningkat dari pemerintah di seluruh dunia untuk lebih baik lagi mencabut postingan yang dibuat oleh teroris.

Beberapa peran "Al" melibatkan œpencocokan gambar untuk melihat apakah gambar yang diunggah sama dengan yang sebelumnya dicabut karena mengandung konten teroris.

œPemahaman bahasa lanjut perusahaan itu, "akan memungkinkan untuk œmemahami teks yang mungkin menganjurkan aksi teror.

Al kata Facebook juga berguna untuk mengenali dan menutup œkelompok-kelompok teroris.

œKita tahu dari studi-studi mengenai teroris bahwa mereka cenderung untuk meradikalisasi dan beroperasi dalam kelompok-kelompok, demikian menurut postingan blog itu.

œKecenderungan di luar internet ini juga tercermin di internet. Jadi kalau kami mengenali halaman, kelompok, postingan atau profil, mendukung aksi teror kami juga menggunakan algoritme untuk œmenyaringdan mengenali bahan-bahan terkait yang mungkin juga mendukung aksi teror.

Facebook mengatakan Al membantu mengenali dan menutup akun palsu yang dibuat oleh œpelanggar kambuhan. Facebook mengatakan sudah mengurangi waktu aktif akun-akun palsu itu.

Meski demikian perusahaan itu tidak bergantung sepenuhnya pada Al.

œAI tidak bisa menangkap semuanya, kata Facebook.

œMenyimpulkan apa yang mendukung aksi teror dan yang tidak, tidak selalu mudah dan algoritme belum sebaik manusia jika menyangkut pemahaman konteks semacam ini.

œFoto seorang bersenjata mengibarkan bendera ISIS mungkin propaganda atau bahan perekrutan tapi mungkin gambar dalam sebuah laporan berita. Beberapa kecaman yang paling efektif mengenai kelompok-kelompok brutal seperti ISIS menggunakan propaganda kelompok itu sendiri untuk menentangnya. Untuk memahami nuansa kasus, kami membutuhkan keahlian manusia.

Sumber: VOA

RELATED NEWS
Hasil Studi: Minyak Zaitun Lindungi Otak dari Penyakit Alzheimer...
Friday, 23 June 2017 19:56 WIB

Penelitian terbaru menunjukkan minyak zaitun murni, bagian diet penting, kemungkinan dapat memberi perlindungan terhadap œkemerosotan kemampuan koginitif. Manfaat pola makan a la Mediterranea su...

KTT Para Pemimpin Uni Eropa akan Bahas Brexit...
Friday, 23 June 2017 06:36 WIB

Para pemimpin Uni Eropa memulai KTT dua hari mereka di Brussels hari Kamis (22/6), untuk membahas banyak hal mulai dari rencana Inggris keluar dari blok ekonomi regional itu hingga bangkitnya kemb...

Lockheed Menang Kontrak dari AU AS untuk Pasok Simulator Ancaman Radar ...
Friday, 23 June 2017 01:58 WIB

Lockheed Martin Corp menyatakan hari Rabu perusahaannya telah memenangkan kontrak senilai $104 juta dari AU AS untuk mengembangkan, memproduksi, dan menggelar simulator ancaman untuk melatih awak ...

Belgia Tahan 4 Orang Terkait Serangan di Stasiun KA di Brussels...
Thursday, 22 June 2017 19:57 WIB

Pihak berwenang di Belgia, Kamis (22/6) menyatakan polisi telah menahan empat orang yang terkait dengan investigasi mengenai serangan bom yang gagal di sebuah stasiun kereta di Brussels. Kantor j...

Ratu Inggris Soroti Brexit Saat Buka Parlemen Inggris ...
Thursday, 22 June 2017 04:34 WIB

Ratu Inggris Elizabeth II secara resmi membuka parlemen, Rabu (21/6), dengan pidato yang menegaskan target-target legislatif pemerintahan Perdana Menteri Theresa May. Paket legislatif itu termasu...

POPULAR NEWS
Emas Pangkas Gain 3-harinya Jelang Pernyataan Draghi & Yellen

Emas pangkas kenaikan tiga harinya setelah...

Tidak ada bantuan untuk dolar AS jelang pidato bank sentral

Kurangnya kepercayaan investor pada kenaikan...

LATEST NEWS
Saham AS Menguat ke rekornya ditopang kenaikan sektor teknologi

Pasar saham AS diperdagangkan menguat tak lama setelah sesi pembukaan pada hari Senin ini, karena indeks utama naik ke level yang mendekati rekornya yang ditopang oleh kenaikan saham teknologi. Indeks S&P 500, + 0,41% menambahkan 10...

Pesanan untuk barang tahan AS kembali menurun

Pesanan untuk barang tahan lama di AS seperti pesawat terbang dan komputer turun pada bulan Mei untuk bulan kedua secara beruntun dan mencatat penurunan tertajam dalam enam bulan, ini menunjukkan bahwa lonjakan tahun-tahun awal telah...

Minyak Stabil Pasca Fund Picu Penurunan Mingguan ke-3

Minyak menguat pasca aksi jual di antara hedge fund (Dana lindung nilai) memicu penurunan mingguan kelima secara beruntun di tengah kekhawatiran surplus global yang tidak bersih. Harga sedikit berubah, memangkas kenaikan sebelumnya 1,5% di New...