Tuesday, 17 October 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pemimpin Hong Kong Desak Warga Bela Pemerintahan China
Wednesday, 11 October 2017 21:27 WIB | GLOBAL |Global

Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan, warga Hong Kong memiliki kewajiban membela kedaulatan China. Pernyataanya tersebut dinilai banyak kalangan sebagai peringatan terang-terangan terhadap para aktivis yang menuntut demokrasi penuh Hong Kong dari China.

Dalam pidatonya di Dewan Legislatif, Rabu (11/10), pemimpin itu mengatakan kota semi-otonom itu memilki kewajiban untuk mengatakan œtidak terhadap usaha-usaha yang mengancam kedaulatan, keamanan dan kepentingan-kepentingan pembangunan China. Lam juga mengatakan, warga Hong Kong berkewajiban untuk mendidik generasi mendatang menjadi warga yang bangga akan identitas nasionalnya.

Lam terpilih Maret lalu sebagai perempuan pemimpin pertama Hong Kong.

Hong Kong menikmati sejumlah kebebasan berdasarkan kesepakatan tahun 1997 yang mengembalikan kota itu ke tangan China dari pemerintahan Inggris. Namun di kota itu, gerakan pro-demokrasi yang dipimpin para pelajar kian berkembang. Mereka khawatir kebebasan mereka akan terkikis karena sikap Beijing yang semakin menegaskan otoritasnya. Puluhan ribu pelajar turun ke jalan-jalan pada 2014 sebagai bagian dari Gerakan Payung yang menuntut demokrasi penuh bagi Hong Kong.

Pada kunjungannya ke Hong Kong Juli lalu untuk memperingati 20 tahun penyerahan Hong Kong ke China, Presiden China Xi Jinping memperingatkan, setiap usaha yang merongrong otoritas Beijing merupakan tindakan melanggar batas dan tidak akan dibiarkan.

 

Sumber: VOA

RELATED NEWS
7 Pengacara Mantan Presiden Korsel Mundur Serentak...
Tuesday, 17 October 2017 03:38 WIB

Tujuh orang pengacara yang bertindak sebagai kuasa hukum Presiden terguling Korea Selatan Park Geun-hye, mengundurkan diri serentak hari Senin (16/10) sebagai protes atas apa yang mereka katakan perad...

Tesla Pecat Ratusan Karyawan Setelah Review Tahunan ...
Monday, 16 October 2017 20:21 WIB

Tesla Motors memecat ratusan karyawannya setelah menyelesaikan review kinerja tahunannya, walaupun produsen mobil listrik ini berusaha memenuhi permintaan sedan Model 3 barunya.   Perusahaan yang b...

Korut siap meluncurkan rudalnya jelang latihan AS-Korsel...
Monday, 16 October 2017 08:30 WIB

Menurut laporan media Korea Selatan, Korea Utara diyakini tengah bersiap meluncurkan rudal balistik menjelang latihan angkatan laut gabungan oleh AS dan Korea Selatan. Latihan gabungan militer antara...

ASEAN Perpanjang Perjanjian Pertukaran Mata Uang...
Saturday, 14 October 2017 04:31 WIB

ASEAN telah setuju untuk memperpanjang kesepakatan pertukaran mata uang untuk dua tahun lagi yang akan memberikan dukungan keuangan senilai 2 miliar dolar, kantor berita Reuters melaporkan, mengutip p...

AS, Israel Mundur dari UNESCO...
Friday, 13 October 2017 22:37 WIB

Menyusul keputusan Amerika, Kamis (13/10) untuk mundur dari UNESCO, Israel juga mengumumkan akan mundur dari organisasi PBB untuk urusan pendidikan, sains, dan budaya itu. Amerika sudah berhenti menda...

POPULAR NEWS
Metals Focus: Tahun 2018 akan Bersahabat untuk Emas

Metals Focus melihat latar belakang yang...

7 Pengacara Mantan Presiden Korsel Mundur Serentak

Tujuh orang pengacara yang bertindak sebagai...

Emas berakhir lebih rendah tapi bertahan di atas $1.300; tembaga menguat

Emas berakhir turun pada hari Senin karena dolar...

LATEST NEWS
Saham China sedikit berubah jelang kongres partai, data GDP

Saham China berakhir sedikit berubah pada hari Selasa karena investor menunggu rilisan data ekonomi utama China dan sebuah puncak kepemimpinan utama akhir pekan ini, meskipun sumber daya perusahaan membukukan penurunan karena kekhawatiran bahwa...

Saham Tokyo Ditutup Naik Hari Ke-11 Secara Beruntun

Indeks acuan Tokyo menandai level baru tertingg dalami 21 tahun pada hari Selasa, naik untuk sesi ke-11 secara beruntun, karena optimisnya laba perusahaan Jepang yang melebihi kekhawatiran mengenai overheating. Nikkei 225 naik 0,38 atau 80,56 poin...

Bentrok Anggota Kedua Terbesar OPEC Pangkas Produksi Minyak

Ketegangan Meningkat pada produsen kedua terbesar OPEC karena pemerintah Irak bentrok dengan wilayah semi-otonom Kurdi yang mempertahankan keuntungan minyak, untuk saat ini. Pertempuran di Kirkuk, yang merupakan ladang produksi tertua di Irak,...