Friday, 15 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Irak Perintahkan Penangkapan Pejabat Terkait Referendum Kemerdekaan Kurdi
Thursday, 12 October 2017 10:12 WIB | GLOBAL |Global

Pengadilan Irak hari Rabu (11/10) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk beberapa pejabat terkait referendum kemerdekaan Kurdi baru-baru ini.

 

Juru bicara Dewan Kehakiman Agung Irak mengatakan pengadilan tersebut telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas ketua komisi referendum dan dua pembantunya karena "melanggar putusan pengadilan yang sah, yang menganggap pemungutan suara untuk kemerdekaan itu tidak sah."

Mahkamah Agung memutuskan tanggal 25 September bahwa referendum itu akan melanggar UU Irak, namun panitia tetap melakukannya.

Warga Kurdi Irak dengan suara besar memilih untuk mendukung hasil referendum kemerdekaan yang tidak mengikat. Para pemimpin mengatakan mereka berharap hasil referendum ini akan menjadi awal perundingan, namun pemerintah di Baghdad menolak keras pemungutan suara tersebut.

Pemerintah Irak menanggapi referendum itu dengan memutuskan hubungan ke wilayah tersebut dan melarang penerbangan internasional masuk dan keluar dari bandara Kurdi. Pada saat yang sama, Turki

dan Iran mengancam akan menutup perbatasan mereka untuk ekspor minyak dan menerapkan sanksi ekonomi terhadap Kurdi.

Suku Kurdi dan pemerintah Irak telah lama berselisih mengenai pendapatan penjualan minyak dan siapa yang menguasai beberapa kota utama di bagian utara negara tersebut.

 

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Presiden Putin Tolak Tuduhan Rusia Campuri Pemilu Amerika...
Friday, 15 December 2017 11:05 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (14/12) menolak tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika tahun lalu dan menyatakan lawan-lawan Presiden Donald Trump menyebarkan tuduhan itu un...

Raja Saudi Setujui Paket Stimulus Ekonomi Senilai $19 Miliar...
Thursday, 14 December 2017 20:21 WIB

Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi menerbitkan keputusan yang menyetujui sejumlah kebijakan senilai 72 miliar riyal ($19.2 miliar) untuk menstimulasi pertumbuhan di sektor swasta tahun depan, kantor...

PBB Desak Aksi Akhiri Kekerasan Terhadap Rohingya...
Thursday, 14 December 2017 04:03 WIB

Utusan PBB urusan Kekerasan Seksual dalam Kawasan Konflik mendesak Dewan Keamanan untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang telah mengakibatkan l...

Jones dari Demokrat Menangkan Pemilihan Senat Alabama...
Wednesday, 13 December 2017 20:11 WIB

Wakil dari Demokrat Doug Jones memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi Senat AS kosong yang mewakili negara bagian selatan Alabama, memberikan apa yang banyak dilihat sebagai kemunduran yang ...

KTT Paris Bahas Peningkatan Pendanaan untuk Cegah Perubahan Iklim ...
Wednesday, 13 December 2017 04:05 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumpulkan pemimpin bisnis dan 50 pemimpin dunia di Paris untuk mengikuti pertemuan, Selasa (12/12), yang berfokus pada peningkatan pendanaan untuk mencegah perubaha...

LATEST NEWS
Saham Asia Pangkas Gain Mingguan Di tengah Ketidakpastian Tagihan Pajak AS

Saham Asia turun pada hari Jumat, mengurangi penguatan mingguan, karena investor mengurangi risiko di tengah ketidakpastian seputar taksiran perubahan pajak AS yang diusulkan. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 persen ke level 170,36 pada pukul...

Bursa Eropa Melemah Ditengah Kenaikan Obligasi; Dolar Stabil

Bursa saham di Eropa turun dan obligasi menguat diikuti mata uang euro karena investor menilai pesan dari pertemuan Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) minggu ini, sementara kekhawatiran tentang perombakan pajak AS bertahan. Dolar...

Bursa Hong Kong Turun 1 persen, Tertekan oleh Perusahaan Properti dan TI

Bursa saham Hong Kong jatuh pada hari Jumat, dipimpin oleh perusahaan properti dan perusahaan teknologi informasi yang melacak rekan-rekan utama mereka, dengan sentimen tertekan oleh pelemahan di Wall Street terkait kekhawatiran tentang kemajuan...