Friday, 15 December 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pakar Desak Hubungan Jerman-AS yang Lebih Erat
Thursday, 12 October 2017 23:58 WIB | GLOBAL |Global

Beberapa pakar kebijakan luar negeri terkemuka Jerman, Kamis (12/10) mendesak pemerintahan Jerman mendatang agar tidak berpaling dari Amerika Serikat meskipun Presiden Donald Trump mengambil sikap sepihak œAmerica First, atau mendahulukan kepentingan Amerika.

Sekelompok pakar terkemuka menerbitkan sebuah manifesto di mingguan Die Zeit yang menyatakan œkeberhasilan dan keamanan Jerman dan Eropa didasarkan pada sistem tata hubungan internasional yang liberal dan institusi-institusi multilateral, yang dipertanyakan Trump mengingat kebijakan politiknya yang nasionalis dan berdasarkan kekuasaan.

Mereka menulis bahwa karena arah kebijakan Amerika sekarang ini, Jerman - yang baru-baru ini menyelenggarakan pemilihan nasional dan masih dalam proses pembentukan pemerintah baru dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sebelumnya untuk mempertahankan dan memperkuat sistem internasional, yang pada jangka panjang harus mencakup Amerika.

Para pakar itu, antara lain Thomas Kleine-Brockhoff dari German Marshall Fund of the United States dan Daniela Schwarzer dari German Council on Foreign Relations, memperingatkan bahwa Jerman tidak boleh berpaling dari Amerika dengan lebih mendekatkan diri dengan Rusia atau menanggapi nasionalisme Amerika dengan nasionalisme Jerman.

Mereka memperingatkan bahwa upaya mengambil jalan tengah antara Barat dan Timur, hanya akan memperkuat ekstremisme di kalangan ekstrem kanan dan kiri di Jerman dan mengancam tata perdamaian Eropa.

 

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS
Presiden Putin Tolak Tuduhan Rusia Campuri Pemilu Amerika...
Friday, 15 December 2017 11:05 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (14/12) menolak tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika tahun lalu dan menyatakan lawan-lawan Presiden Donald Trump menyebarkan tuduhan itu un...

Raja Saudi Setujui Paket Stimulus Ekonomi Senilai $19 Miliar...
Thursday, 14 December 2017 20:21 WIB

Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi menerbitkan keputusan yang menyetujui sejumlah kebijakan senilai 72 miliar riyal ($19.2 miliar) untuk menstimulasi pertumbuhan di sektor swasta tahun depan, kantor...

PBB Desak Aksi Akhiri Kekerasan Terhadap Rohingya...
Thursday, 14 December 2017 04:03 WIB

Utusan PBB urusan Kekerasan Seksual dalam Kawasan Konflik mendesak Dewan Keamanan untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang telah mengakibatkan l...

Jones dari Demokrat Menangkan Pemilihan Senat Alabama...
Wednesday, 13 December 2017 20:11 WIB

Wakil dari Demokrat Doug Jones memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi Senat AS kosong yang mewakili negara bagian selatan Alabama, memberikan apa yang banyak dilihat sebagai kemunduran yang ...

KTT Paris Bahas Peningkatan Pendanaan untuk Cegah Perubahan Iklim ...
Wednesday, 13 December 2017 04:05 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumpulkan pemimpin bisnis dan 50 pemimpin dunia di Paris untuk mengikuti pertemuan, Selasa (12/12), yang berfokus pada peningkatan pendanaan untuk mencegah perubaha...

LATEST NEWS
Saham Asia Pangkas Gain Mingguan Di tengah Ketidakpastian Tagihan Pajak AS

Saham Asia turun pada hari Jumat, mengurangi penguatan mingguan, karena investor mengurangi risiko di tengah ketidakpastian seputar taksiran perubahan pajak AS yang diusulkan. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 persen ke level 170,36 pada pukul...

Bursa Eropa Melemah Ditengah Kenaikan Obligasi; Dolar Stabil

Bursa saham di Eropa turun dan obligasi menguat diikuti mata uang euro karena investor menilai pesan dari pertemuan Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) minggu ini, sementara kekhawatiran tentang perombakan pajak AS bertahan. Dolar...

Bursa Hong Kong Turun 1 persen, Tertekan oleh Perusahaan Properti dan TI

Bursa saham Hong Kong jatuh pada hari Jumat, dipimpin oleh perusahaan properti dan perusahaan teknologi informasi yang melacak rekan-rekan utama mereka, dengan sentimen tertekan oleh pelemahan di Wall Street terkait kekhawatiran tentang kemajuan...