Tuesday, 17 October 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pakar Desak Hubungan Jerman-AS yang Lebih Erat
Thursday, 12 October 2017 23:58 WIB | GLOBAL |Global

Beberapa pakar kebijakan luar negeri terkemuka Jerman, Kamis (12/10) mendesak pemerintahan Jerman mendatang agar tidak berpaling dari Amerika Serikat meskipun Presiden Donald Trump mengambil sikap sepihak œAmerica First, atau mendahulukan kepentingan Amerika.

Sekelompok pakar terkemuka menerbitkan sebuah manifesto di mingguan Die Zeit yang menyatakan œkeberhasilan dan keamanan Jerman dan Eropa didasarkan pada sistem tata hubungan internasional yang liberal dan institusi-institusi multilateral, yang dipertanyakan Trump mengingat kebijakan politiknya yang nasionalis dan berdasarkan kekuasaan.

Mereka menulis bahwa karena arah kebijakan Amerika sekarang ini, Jerman - yang baru-baru ini menyelenggarakan pemilihan nasional dan masih dalam proses pembentukan pemerintah baru dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sebelumnya untuk mempertahankan dan memperkuat sistem internasional, yang pada jangka panjang harus mencakup Amerika.

Para pakar itu, antara lain Thomas Kleine-Brockhoff dari German Marshall Fund of the United States dan Daniela Schwarzer dari German Council on Foreign Relations, memperingatkan bahwa Jerman tidak boleh berpaling dari Amerika dengan lebih mendekatkan diri dengan Rusia atau menanggapi nasionalisme Amerika dengan nasionalisme Jerman.

Mereka memperingatkan bahwa upaya mengambil jalan tengah antara Barat dan Timur, hanya akan memperkuat ekstremisme di kalangan ekstrem kanan dan kiri di Jerman dan mengancam tata perdamaian Eropa.

 

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS
7 Pengacara Mantan Presiden Korsel Mundur Serentak...
Tuesday, 17 October 2017 03:38 WIB

Tujuh orang pengacara yang bertindak sebagai kuasa hukum Presiden terguling Korea Selatan Park Geun-hye, mengundurkan diri serentak hari Senin (16/10) sebagai protes atas apa yang mereka katakan perad...

Tesla Pecat Ratusan Karyawan Setelah Review Tahunan ...
Monday, 16 October 2017 20:21 WIB

Tesla Motors memecat ratusan karyawannya setelah menyelesaikan review kinerja tahunannya, walaupun produsen mobil listrik ini berusaha memenuhi permintaan sedan Model 3 barunya.   Perusahaan yang b...

Korut siap meluncurkan rudalnya jelang latihan AS-Korsel...
Monday, 16 October 2017 08:30 WIB

Menurut laporan media Korea Selatan, Korea Utara diyakini tengah bersiap meluncurkan rudal balistik menjelang latihan angkatan laut gabungan oleh AS dan Korea Selatan. Latihan gabungan militer antara...

ASEAN Perpanjang Perjanjian Pertukaran Mata Uang...
Saturday, 14 October 2017 04:31 WIB

ASEAN telah setuju untuk memperpanjang kesepakatan pertukaran mata uang untuk dua tahun lagi yang akan memberikan dukungan keuangan senilai 2 miliar dolar, kantor berita Reuters melaporkan, mengutip p...

AS, Israel Mundur dari UNESCO...
Friday, 13 October 2017 22:37 WIB

Menyusul keputusan Amerika, Kamis (13/10) untuk mundur dari UNESCO, Israel juga mengumumkan akan mundur dari organisasi PBB untuk urusan pendidikan, sains, dan budaya itu. Amerika sudah berhenti menda...

POPULAR NEWS
Metals Focus: Tahun 2018 akan Bersahabat untuk Emas

Metals Focus melihat latar belakang yang...

7 Pengacara Mantan Presiden Korsel Mundur Serentak

Tujuh orang pengacara yang bertindak sebagai...

Emas berakhir lebih rendah tapi bertahan di atas $1.300; tembaga menguat

Emas berakhir turun pada hari Senin karena dolar...

LATEST NEWS
Saham China sedikit berubah jelang kongres partai, data GDP

Saham China berakhir sedikit berubah pada hari Selasa karena investor menunggu rilisan data ekonomi utama China dan sebuah puncak kepemimpinan utama akhir pekan ini, meskipun sumber daya perusahaan membukukan penurunan karena kekhawatiran bahwa...

Saham Tokyo Ditutup Naik Hari Ke-11 Secara Beruntun

Indeks acuan Tokyo menandai level baru tertingg dalami 21 tahun pada hari Selasa, naik untuk sesi ke-11 secara beruntun, karena optimisnya laba perusahaan Jepang yang melebihi kekhawatiran mengenai overheating. Nikkei 225 naik 0,38 atau 80,56 poin...

Bentrok Anggota Kedua Terbesar OPEC Pangkas Produksi Minyak

Ketegangan Meningkat pada produsen kedua terbesar OPEC karena pemerintah Irak bentrok dengan wilayah semi-otonom Kurdi yang mempertahankan keuntungan minyak, untuk saat ini. Pertempuran di Kirkuk, yang merupakan ladang produksi tertua di Irak,...