Sunday, 23 September 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Naik Jadi Lebih Dari 200 Orang
Monday, 13 November 2017 15:50 WIB | GLOBAL |Global

Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Naik Jadi Lebih Dari 200 Orang

Upaya penyelamatan dan pemberian bantuan terus berlangsung di Iran dan Irak, Senin (13/11), menyusul gempa 7,3 Skala Richter yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Gempa mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (12/11) dengan pusat gempa dekat Kota Halabja di wilayah Kurdistan, Irak.

Korban tewas paling banyak dilaporkan di Iran. Para pejabat Iran mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa sebanyak 1,650 orang lainnya juga terluka akibat gempa.

Daerah yang paling parah diguncang gempa adalah Provinsi Kermanshah di Iran, yang memgumumkan tiga hari masa berkabung.

Gempa awal yang diikuti dengan serangkaian gempa susulan membuat warga yang panik berhamburan keluar dari rumah mereka semalam.

Gempa telah memutus aliran listrik dan saluran telepon ke beberapa kota di Iran dan Irak, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.

Badan Survei Geologi AS mengatakan gempa pada Minggu itu, terjadi di jalur patahan sepanjang 1.500 yang melintasi Iran dan Irak

Iran telah beberapa kali dilanda gempa mematikan. Gempa pada 2003 di selatan Kota Bam menewaskan setidaknya 26.000 orang, sedangkan gempa pada 2012 di Provinsi Azerbaijan Timur membunuh lebih dari 300 orang.

Sumber: VOA

RELATED NEWS
AS Berlakukan Sanksi Terhadap Badan Militer China...
Saturday, 22 September 2018 02:19 WIB

China telah meminta Amerika Serikat agar mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap sebuah badan militer China karena membeli senjata Rusia. China menyatakan apabila sanksi-sanksi itu tidak dic...

China Berencana Membatasi Berita Asing...
Friday, 21 September 2018 18:01 WIB

Pemerintah China kemungkinan besar akan memblokir konten laporan terdini asing yang ditayangkan atau disiarkan di negeri itu, demikian menurut rancangan peraturan dari Jawatan Radio dan Televisi Nasio...

Mantan PM Malaysia Dikenai 25 Dakwaan Baru Terkait Skandal 1MDB...
Friday, 21 September 2018 00:01 WIB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menghadapi lebih dari dua lusin dakwaan baru terkait dengan skandal penggelapan dana 1MDB, yang menyebabkan kekalahan mengagetkan bagi partainya yang berkua...

Pompeo: AS Siap Mulai Lagi Pembicaraan dengan Korea Utara...
Thursday, 20 September 2018 19:35 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyambut baik "komitmen penting" yang dibuat oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada pertemuan puncak dengan Korea Selatan pekan ini. Korea Utara mengumumkan ak...

Trump Kunjungi Daerah yang Dilanda Badai Florence di North Carolina ...
Thursday, 20 September 2018 11:43 WIB

Presiden Donald Trump hari Rabu (19/9) datang ke North Carolina untuk melihat kerusakan yang diakibatkan badai Florence dan kesulitan yang dihadapi untuk memulihkan kondisi. Trump hari Selasa (18/9) ...

POPULAR NEWS
Emas berjangka catatkan penyelesaian tertinggi secara month-to-date

Emas bergerak lebih tinggi, membangun kenaikan...

Dow, S & P 500 Mendekati Rekor Baru terkait Blue Chips Mendorong Reli

Saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Kamis,...

LATEST NEWS
Bursa Hong Kong Mengakhiri Pekan ini Dengan Catatan Penguatan (Review)

Saham-saham Hong Kong membukukan kenaikan untuk hari keempat pada Jumat ini untuk mengakhiri pekan dengan kenaikan menyusul rekor penutupan di Wall Street, dengan investor yang berkonsentrasi pada ekonomi AS yang solid daripada perdagangan...

Dow sentuh level rekor kedua beruntun sepanjang waktu

Dow Jones Industrial Average mencatatkan rekor kedua berturut-turut untuk penutupan, tetapi penurunan dalam saham konsumen-discretionary dan teknologi membebani pasar yang lebih luas. Dow ditutup naik 0,2% ke level 26.719 (pada basis awal)....

AS Berlakukan Sanksi Terhadap Badan Militer China

China telah meminta Amerika Serikat agar mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap sebuah badan militer China karena membeli senjata Rusia. China menyatakan apabila sanksi-sanksi itu tidak dicabut, Amerika akan œmenanggung...