Monday, 23 April 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Presiden Trump Tandatangani UU untuk Cegah Perdagangan Seks
Friday, 13 April 2018 01:41 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump menandatangani undang-undang baru hari Rabu (11/4) untuk memberi kejaksaan wewenang lebih besar untuk mencegah perdagangan seks lewat internet.

Undang-undang itu, disetujui oleh Kongres dengan mayoritas besar, dan memungkinkan korban pelecehan dan perdagangan seks serta para jaksa untuk menuntut ganti rugi dan memblokir iklan yang tidak pantas.

Undang-undang ini muncul dari keluhan para korban perdagangan seks dan lain- lainnya bahwa situs-situs yang mengiklankan hubungan seks dapat mengklaim bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas konten iklan, karena mereka hanya meneruskan posting yang dikirim oleh orang lain.

"Saya menandatangani RUU ini untuk menghormati kalian," kata Presiden Trump ketika dia berbicara kepada para korban dan keluarga mereka di Gedung Putih. "Kalian telah menanggung apa yang tidak seharusnya dialami oleh siapa pun di dunia, tambah Trump.

Persetujuan Trump atas undang-undang itu diberikan beberapa hari setelah tujuh eksekutif perusahaan yang bernama Backpage.com ditangkap atas tuduhan bahwa situs web itu memudahkan pelacuran dan bahwa gadis-gadis remaja dijual untuk seks di situs itu.

Sumber : VOA

Gold Suffers First Loss in 5 Sessions

RELATED NEWS
Trump Tuduh Comey Hancurkan Hidup Mantan Direktur Keamanan Nasional Flynn...
Saturday, 21 April 2018 01:14 WIB

Presiden Amerika Donald Trump, Jumat (20/4) menuduh mantan Direktur FBI James Comey menghancurkan hidup mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn. Ia juga menuduh Comey mengorbankan Flynn untuk...

Cari Info Penculikan Jurnalis AS di Suriah, FBI Tawarkan Hadiah...
Friday, 20 April 2018 20:13 WIB

FBI menawarkan hadiah $1 juta sebagai imbalan untuk informasi yang bisa membantu melacak wartawan Amerika yang hilang di Suriah lima tahun lalu. Austin Bennett Tice diduga diculik ketika meliput pera...

Saingi China, AS Jual Drone Langsung ke Para Sekutu...
Friday, 20 April 2018 14:28 WIB

Pemerintah Amerika, Kamis (19/4), mencabut sejumlah pembatasan penjualan pesawat tidak berawak atau drone yang canggih, guna memperkuat pasukan sekutu dan bersaing dengan China dalam pasar senjata dun...

Tim Keamanan PBB Dihujani Tembakan di Douma, Suriah ...
Friday, 20 April 2018 03:29 WIB

Satu tim keamanan PBB disambut tembakan dengan senjata ringan dan ledakan bom, sewaktu mereka berusaha melakukan misi pengintaian di sebuah kota Suriah, yang sedang menunggu kedatangan para pengawas s...

Gempa Berkekuatan Sedikitnya 5,5 SR Guncang Iran Selatan...
Thursday, 19 April 2018 19:40 WIB

Gempa berkekuatan sedikitnya 5,5 melanda Iran Selatan, di dekat satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir negara itu pada Kamis pagi (19/4), mengguncang negara-negara di kawasan Teluk Persia. Belu...

POPULAR NEWS
Saham AS Jatuh Dalam Penurunan Luas, Saham Apple Melemah

Saham AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat,...

Minyak Berakhir Sedikit Lebih Tinggi, Naik 1,5% Untuk Minggu Ini

Harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi Jumat,...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong anjlok seiring jatuhnya sektor teknologi & saham real estate (Review)

Saham Hong Kong berakhir pada pekan ini dengan penurunan tajam karena perusahaan teknologi melacak penjualan di Apple, sementara saham real estate dilanda kekhawatiran akan naiknya suku bunga. Indeks Hang Seng turun 0,94 persen, atau 290,11 poin,...

Saham AS Jatuh Dalam Penurunan Luas, Saham Apple Melemah

Saham AS ditutup lebih rendah pada hari Jumat, dengan indeks utama merosot dalam penurunan luas. Sementara Wall Street membukukan hasil positif untuk minggu kedua, aksi jual sangat mengikis keuntungan minggu ini. Dow Jones Industrial Average turun...

Minyak Berakhir Sedikit Lebih Tinggi, Naik 1,5% Untuk Minggu Ini

Harga minyak ditutup sedikit lebih tinggi Jumat, menghapus penurunan singkat yang dipicu oleh tweet dari Presiden AS Donald Trump, untuk menyelesaikan minggu dengan kenaikan 1,5%. Trump telah menyalahkan OPEC atas apa yang disebutnya "harga buatan...