Tuesday, 22 May 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pemerintahan Trump akan Biarkan Kecerdasan Buatan 'Berkembang Bebas' di AS
Wednesday, 16 May 2018 01:16 WIB | GLOBAL |Global

Pemerintah Trump tidak akan menghalangi pengembangan kecerdasan buatan di Amerika Serikat, ujar seorang pejabat tinggi hari Kamis, yang mengakui teknologi yang semakin berkembang ini akan menggantikan beberapa lapangan kerja.

Dalam sebuah pertemuan puncak Gedung Putih yang pesertanya antara lain perusahaan-perusahaan seperti Google Alphabet, Facebook, dan Amazon.com, penasihat kebijakan teknologi, Michael Kratsios mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak ingin mendikte œapa yang diteliti dan dikembangkan.

œSebisa mungkin, kami akan biarkan ilmuwan dan pakar teknologi untuk dapat bebas mengembangkan ciptaan hebat mereka yang berikutnya di sini di Amerika Serikat, ujarnya, menurut salinan pidatonya yang disediakan oleh Gedung Putih.

Kecerdasan buatan dan deep machine learning (pembelajaran mesin - cabang dari kecerdasan buatan) menimbulkan keprihatinan dari segi etika menyangkut kendali, privasi, keamanan cyber, dan masa depan lapangan kerja, sebagaimana diutarakan oleh berbagai perwakilan perusahaan dan para pakar.

Kratsios mengakui hingga œtingkat tertentu, hilangnya lapangan kerja tidak dapat dihindarkan.

Ia menambahkan: œNamun kita tidak dapat hanya berdiam diri, berharap pasar akan menyeleksinya. Kita harus lakukan apa yang warga Amerika selalu lakukan: beradaptasi.

Gedung Putih, yang sebelumnya bersebrangan dengan kalangan ilmuwan, terkait berbagai persoalan seperti perubahan iklim, konservasi, dan pemotongan anggaran, mengatakan pihaknya akan menciptakan sebuah komite baru untuk Kecerdasan Buatan. Komite ini akan terdiri dari para pejabat penelitian dan pengembangan paling senior di seluruh jajaran pemerintah AS, yang bertugas untuk menyusun prioritas penelitian dan pengembangan dan koordinasi yang lebih baik terkait investasi yang dilakukan pemerintah federal.

œKita tidak dapat hanya bersikap pasif. Untuk mewujudkan potensi Kecerdasan Buatan secara seutuhnya bagi warga Amerika, upaya ini akan membutuhkan berbagai upaya gabungan dari kalangan industri, akademis, dan pemerintahan, ujar Kratsios.

œDi sektor swasta, kita tidak akan mendikte apa yang bisa diteliti dan dikembangkan. Sebaliknya kita akan menawarkan sumberdaya dan kebebasan untuk bereksplorasi, ujarnya.

CEO Intel Corp. Brian Krzanich, yang hadir dalam pertemuan puncak itu menulis dalam postingan di blognya bahwa œtanpa strategi Kecerdasan Buatan nya sendiri, para pemimpin teknologi dunia berisiko tertinggal.

Kecerdasan buatan telah digunakan di sejumlah bidang. Contohnya, National Institute of Health sedang menjajaki cara-cara pemanfaatan machine learning untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi kanker dan pengobatannya, sementara General Services Administration menggunakan Kecerdasan Buatan untuk mengurangi kebutuhan akan auditor federal, ujar Gedung Putih.

Lebih dari 30 perusahaan besar hadir dalam pertemuan itu termasuk di antaranya para pejabat yang mewakili Ford, Boeing, Mastercard, dan Microsoft.

Pentagon dan berbagai badan pemerintah mengambil bagian, bersama dengan para pejabat senior Gedung Putih termasuk Jared Kushner dan Andrew Bremberg, yang mengepalai Dewan Kebijakan Domestik.

Sumber : VOA

RELATED NEWS
Starbucks Izinkan Pengunjung Kafe Bersantai Tanpa Beli Kopi...
Tuesday, 22 May 2018 01:50 WIB

Kedai kopi waralaba raksasa Starbucks dalam kebijakan terbaru mengatakan para pengunjung boleh bersantai di kedai-kedai kopinya atau menggunakan toilet meski tidak membeli apapun. Kebijakan itu diumum...

AS dan China Hentikan Sengketa Dagang...
Monday, 21 May 2018 18:15 WIB

Amerika Serikat dan China mengatakan, Minggu (20/5), membatalkan rencana untuk mengenakan tariff bea impor tinggi atas barang masing-masing.Pembatalan itu itu muncul satu hari setelah China sepakat ak...

Trump Perintahkan Penyelidikan untuk Cari Penyusup dalam Tim Kampanye Pemilunya...
Monday, 21 May 2018 10:15 WIB

Presiden Amerika Donald Trump hari Senin (21/5) akan memerintahkan penyelidikan untuk mencari œsumber rahasia dalam badan penyidikan federal atau FBI, yang menurutnya telah menyusup ke dalam tim ...

Trump Bertemu Wakil PM China...
Friday, 18 May 2018 18:05 WIB

Presiden AS Donald Trump melakukan perundingan perdagangan yang sengit dengan China, Kamis (17/5) setelah Gedung Putih membenarkan pertemuan antara Presiden AS dengan Wakil Perdana Menteri China Liu H...

Partai Demokrat Mulai Cari Tokoh Anti-Trump...
Friday, 18 May 2018 10:33 WIB

Pemilu presiden Amerika tahun 2020 tampaknya masih jauh, tetapi baik Presiden Donald Trump maupun anggota-anggota Partai Demokrat yang mengincar posisi orang nomor satu di Gedung Putih dua tahun lagi,...

POPULAR NEWS
Emas pangkas penurunan setelah sentuh level terendah tahun ini

Emas berjangka ditutup turun tipis pada hari...

Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING

Bahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah...

Saham Hong Kong & China Naik Setelah Perjanjian China-AS (Review)

Hong Kong dan saham-saham asia memulai pekan...

LATEST NEWS
Emas Menghapus Kerugian Seiring Kenaikan Euro Naik, Perak Menguat

Emas menghapus kerugian sebelumnya untuk diperdagangkan sedikit berubah karena reli euro terhadap dolar. Hasil Treasury naik 1 basis poin. Bullion untuk pengiriman cepat menguat 0,1% menjadi $ 1,294.02 /per ons pada 9:52 pagi di London. Indeks...

Sebagian Besar Saham Asia Turun Seiring Pelemahan Saham Dari Jepang ke Vietnam

Sebagian besar saham Asia turun karena saham Jepang jatuh sementara indeks Taiwan gagal mempertahankan keuntungan karena para investor mempertimbangkan turunnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen...

Dolar Tergelincir seiring Rally yang Kehilangan Momentum

Dolar jatuh pada Selasa ini dari level tertinggi lima bulan, pasca kehilangan momentum setelah reli yang luas akan meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan bantuan pada pelonggaran dalam ketegangan perdagangan AS-Cina. Indeks dolar terhadap...