Sunday, 19 August 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dubes AS di PBB: Hamas Penyebab Kekerasan di Gaza, Bukan Pemindahan Kedubes AS
Wednesday, 16 May 2018 11:07 WIB | GLOBAL |Global

Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley hari Selasa (15/5) mengatakan Israel telah "menahan diri" dalam menanggapi bentrokan mematikan dengan Palestina di perbatasan Gaza dan menyalahkan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza atas aksi kekerasan itu.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, teroris Hamas, yang didukung Iran, telah menghasut serangan terhadap pasukan keamanan dan infrastruktur Israel," ujar Haley dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Gaza.

Haley menepis pernyataan bahwa aksi kekerasan itu dipicu pembukaan Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem hari Senin (14/5).

"Pemindahan kedutaan besar tidak merusak prospek perdamaian apapun. Namun oleh sebagian orang ini dianggap sebagai penyebab aksi kekerasan. Kita harus ingat, organisasi teroris Hamas telah menghasut kekerasan selama bertahun-tahun, jauh sebelum Amerika memutuskan untuk memindahkan kedutaan besarnya."

Haley menambahkan bahwa kedutaan Amerika itu "mencerminkan kehendak rakyat Amerika hak penuh Amerika untuk memutuskan lokasi kedutaannya, hak yang diklaim setiap orang di ruangan ini untuk negara mereka."

Sumber : Voaindonesia

RELATED NEWS
Imigran Sudan Disebut Sebagai Pelaku Serangan Mobil London...
Thursday, 16 August 2018 21:15 WIB

Polisi kontraterorisme Inggris menggeledah beberapa properti, sambil mencoba menentukan penyebab pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Sudan, menabrakkan mobil di luar gedung Parlemen Inggris. Polisi men...

Qatar dikatakan akan berinvestasi $ 15 miliar di Turki...
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan...

Aktivis Kemerdekaan Hong Kong Katakan China ˜Rusak™ Kota Itu...
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh C...

Ratusan pastor di AS 'melecehkan ribuan anak'...
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi pane...

Presiden Erdogan Ingin Boikot Barang Elektronik AS...
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat...

POPULAR NEWS
Dolar Melemah, Menuju Penurunan Mingguan Pertama dalam Satu Bulan

Dolar AS tampak lesu pada hari Jumat, meluncur...

Emas naik, tetapi ditetapkan untuk penurunan mingguan terbesar dalam 15 bulan

Harga emas naik lebih tinggi di awal perdagangan...

LATEST NEWS
Dolar Melemah, Menuju Penurunan Mingguan Pertama dalam Satu Bulan

Dolar AS tampak lesu pada hari Jumat, meluncur melawan serangkaian saingan utamanya tetapi rally terhadap beberapa pasar yang muncul di tengah kekhawatiran atas sanksi lebih lanjut terhadap Turki. Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap...

Sentimen Konsumen di AS Turun ke Terendahnya Dalam Hampir Setahun Terakhir

Sentimen konsumen AS secara tidak terduga turun ke level terendahnya dalam hampir setahun terakhir di tengah pandangan yang kurang menguntungkan pada pembelian barang-barang tiket besar dan kekhawatiran terus-menerus tentang ketegangan perdagangan,...

Saham AS Datar Cenderung Sedikit Lebih Rendah Setelah Laporan Laba yang Mengecewakan

Saham AS dibuka bergerak mendatar cenderung sedikit lebih rendah pada hari Jumat, beringsut setelah laporan pendapatan perusahaan yang mengecewakan dan tekanan baru pada mata uang lira Turki. Indeks S & P 500 turun 0,1% ke level 2,837.54,...