Tuesday, 22 May 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dubes AS di PBB: Hamas Penyebab Kekerasan di Gaza, Bukan Pemindahan Kedubes AS
Wednesday, 16 May 2018 11:07 WIB | GLOBAL |Global

Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley hari Selasa (15/5) mengatakan Israel telah "menahan diri" dalam menanggapi bentrokan mematikan dengan Palestina di perbatasan Gaza dan menyalahkan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza atas aksi kekerasan itu.

"Dalam beberapa hari terakhir ini, teroris Hamas, yang didukung Iran, telah menghasut serangan terhadap pasukan keamanan dan infrastruktur Israel," ujar Haley dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Gaza.

Haley menepis pernyataan bahwa aksi kekerasan itu dipicu pembukaan Kedutaan Besar Amerika di Yerusalem hari Senin (14/5).

"Pemindahan kedutaan besar tidak merusak prospek perdamaian apapun. Namun oleh sebagian orang ini dianggap sebagai penyebab aksi kekerasan. Kita harus ingat, organisasi teroris Hamas telah menghasut kekerasan selama bertahun-tahun, jauh sebelum Amerika memutuskan untuk memindahkan kedutaan besarnya."

Haley menambahkan bahwa kedutaan Amerika itu "mencerminkan kehendak rakyat Amerika hak penuh Amerika untuk memutuskan lokasi kedutaannya, hak yang diklaim setiap orang di ruangan ini untuk negara mereka."

Sumber : Voaindonesia

RELATED NEWS
Starbucks Izinkan Pengunjung Kafe Bersantai Tanpa Beli Kopi...
Tuesday, 22 May 2018 01:50 WIB

Kedai kopi waralaba raksasa Starbucks dalam kebijakan terbaru mengatakan para pengunjung boleh bersantai di kedai-kedai kopinya atau menggunakan toilet meski tidak membeli apapun. Kebijakan itu diumum...

AS dan China Hentikan Sengketa Dagang...
Monday, 21 May 2018 18:15 WIB

Amerika Serikat dan China mengatakan, Minggu (20/5), membatalkan rencana untuk mengenakan tariff bea impor tinggi atas barang masing-masing.Pembatalan itu itu muncul satu hari setelah China sepakat ak...

Trump Perintahkan Penyelidikan untuk Cari Penyusup dalam Tim Kampanye Pemilunya...
Monday, 21 May 2018 10:15 WIB

Presiden Amerika Donald Trump hari Senin (21/5) akan memerintahkan penyelidikan untuk mencari œsumber rahasia dalam badan penyidikan federal atau FBI, yang menurutnya telah menyusup ke dalam tim ...

Trump Bertemu Wakil PM China...
Friday, 18 May 2018 18:05 WIB

Presiden AS Donald Trump melakukan perundingan perdagangan yang sengit dengan China, Kamis (17/5) setelah Gedung Putih membenarkan pertemuan antara Presiden AS dengan Wakil Perdana Menteri China Liu H...

Partai Demokrat Mulai Cari Tokoh Anti-Trump...
Friday, 18 May 2018 10:33 WIB

Pemilu presiden Amerika tahun 2020 tampaknya masih jauh, tetapi baik Presiden Donald Trump maupun anggota-anggota Partai Demokrat yang mengincar posisi orang nomor satu di Gedung Putih dua tahun lagi,...

POPULAR NEWS
Emas pangkas penurunan setelah sentuh level terendah tahun ini

Emas berjangka ditutup turun tipis pada hari...

Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING

Bahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah...

Saham Hong Kong & China Naik Setelah Perjanjian China-AS (Review)

Hong Kong dan saham-saham asia memulai pekan...

LATEST NEWS
Emas Menghapus Kerugian Seiring Kenaikan Euro Naik, Perak Menguat

Emas menghapus kerugian sebelumnya untuk diperdagangkan sedikit berubah karena reli euro terhadap dolar. Hasil Treasury naik 1 basis poin. Bullion untuk pengiriman cepat menguat 0,1% menjadi $ 1,294.02 /per ons pada 9:52 pagi di London. Indeks...

Sebagian Besar Saham Asia Turun Seiring Pelemahan Saham Dari Jepang ke Vietnam

Sebagian besar saham Asia turun karena saham Jepang jatuh sementara indeks Taiwan gagal mempertahankan keuntungan karena para investor mempertimbangkan turunnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen...

Dolar Tergelincir seiring Rally yang Kehilangan Momentum

Dolar jatuh pada Selasa ini dari level tertinggi lima bulan, pasca kehilangan momentum setelah reli yang luas akan meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan bantuan pada pelonggaran dalam ketegangan perdagangan AS-Cina. Indeks dolar terhadap...