Tuesday, 16 October 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Starbucks Izinkan Pengunjung Kafe Bersantai Tanpa Beli Kopi
Tuesday, 22 May 2018 01:50 WIB | GLOBAL |Starbucks

Kedai kopi waralaba raksasa Starbucks dalam kebijakan terbaru mengatakan para pengunjung boleh bersantai di kedai-kedai kopinya atau menggunakan toilet meski tidak membeli apapun. Kebijakan itu diumumkan akhir pekan lalu.

Sebelumnya, peraturan itu diserahkan kepada manajer masing-masing toko untuk menetapkan apakah orang boleh menggunakan tempat di Starbucks tanpa membeli apapun.

"Kami bertekad menciptakankehangatan dan keramahan di mana semua orang boleh datang," kata Starbucks dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan itu meminta karyawannya untuk mematuhi prosedur yang ditetapkan dalam menangani "perilaku yang mengganggu," dan diminta menghubungi nomer polisi 911 apabila ada keadaan gawat-darurat terhadap pelanggan atau karyawan.

Starbucks mengubah aturan tersebut setelah dua pria kulit hitam diusir dari kedai kopi di Kota Philadelphia bulan lalu karena tidak membeli apapun. Mereka memberi tahu manajer toko bahwa mereka sedang menunggu seorang teman untuk bergabung dengan mereka. Kedua orang itu diminta untuk pergi dan seorang karyawan menelepon polisi, yang menyebabkan mereka ditangkap, memicu protes dan tuduhan rasisme.

Insiden 12 April, dan video yang diunggah di media sosial, sangat memalukan bagi perusahaan waralaba kopi itu.

Karena banyaknya komentar atas penangkapan itu, Starbucks memutuskan untuk menutup lebih dari 8.000 kedai kopinya di AS pada sore hari 29 Mei, untuk memberikanpelatihan kepada karyawannya supaya jangan berprasangka rasial.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS
Korea Utara dan Korea Selatan Adakan Pembicaraan di Panmunjom...
Tuesday, 16 October 2018 10:10 WIB

Korea Utara dan Korea Selatan hari Senin (15/10) mengadakan pembicaraan tingkat tinggi di zona demiliterisasi yang dijaga ketat. Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon memimpin delegasi beranggotakan lima...

Jerman akan Deportasi Terpidana 11 September...
Tuesday, 16 October 2018 01:14 WIB

Jerman sedang mempersiapkan pendeportasian seorang pria Maroko yang dihukum di Hamburg karena membantu tiga dari para penyerang 11 September ketika mereka bersiap untuk menyerang New York dan Washingt...

Trump Mengatakan Perubahan Iklim Bukan Hoaks...
Monday, 15 October 2018 20:19 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjaga jarak dari klaimnya yang mengatakan perubahan iklim adalah hoaks. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu (14/10), Trump mengatakan kepada stasiun t...

Presiden Iran Remehkan Sanksi Amerika...
Monday, 15 October 2018 10:05 WIB

Presiden Iran hari Minggu (14/10) meremehkan sanksi-sanksi Amerika yang menarget sektor minyak dan gas yang merupakan bagian vital negara itu, yang akan diberlakukan bulan depan. Berbicara di Univers...

Disaksikan Musisi, Trump Tandatangani RUU Royalti ...
Saturday, 13 October 2018 00:36 WIB

Presiden Donald Trump menyambut musisi Kid Rock dan bintang musik kantri John Rich ke Gedung Putih hari Kamis (11/10) sementara ia menandatangani undang-undang yang merombak lisensi musik dan kompensa...

POPULAR NEWS
Reli Emas Bergulir

Pada hari Jumat kami mengajukan pertanyaan -...

Emas gain, Uji wilayah terakhir yang dicatat pada Juli

Emas berjangka naik Senin, menuju kembali ke...

LATEST NEWS
Investor Lebih Berhati-hati Membuat Saham Hong Kong Di Tutup Datar

Saham Hong Kong berakhir datar pada Selasa ini terkait para investor memilih untuk berhati-hati dalam menanggapi tantangan ekonomi global, sementara bursa China lainnya melanjutkan penurunan mereka. Indeks Hang Seng ditutup naik 0,07 persen, atau...

Emas Diperdagangkan Mendekati Level Tertingginya Sejak Akhir Juli Lalu

Emas diperdagangkan mendekati level tertingginya sejak akhir Juli lalu setelah dolar melemah di tengah ketegangan geopolitik, termasuk gejolak antara pemerintahan Trump dan Arab Saudi, yang mungkin melihat pejabat AS menolak konferensi investasi...

Dolar Menguat Terhadap Imbal Hasil AS yang Meningkat; Yuan Merosot

Dolar sedikit lebih tinggi pada hari Selasa karena imbal hasil Treasury AS yang naik mendorong investor untuk membeli greenback setelah penurunan baru-baru ini dengan investor didorong bullish tentang prospek jangka pendek, terutama terhadap mata...