Wednesday, 23 May 2018
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Risk Disclosure
Thursday, 10 October 2013 22:56 WIB | ABOUT |

RISK DISCLOSURE

Seperti pada produk keuangan lainnya, kontrak-kontrak yang perdagangkan di industri Perdagangan Berjangka Komoditi (“PBK”) memiliki potensi keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi sehingga hanya investor yang layak atau mempunyai kualifikasi tertentu yang dapat bertransaksi di bidang ini. Kualifikasi yang dimaksud antara lain adalah kemampuan finansial, pengetahuan yang cukup tentang PBK serta latar belakang investasi.

Umumnya transaksi ini menggunakan mekanisme leverage (daya ungkit) yang berarti hanya dengan modal yang relatif kecil, investor berpotensi mendapat keuntungan atau kerugian yang besar. Semakin besar leverage yang ditentukan, semakin besar pula potensi keuntungan dan kerugiannya.

 

Dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko

Investor harus membaca secara seksama dan memahami Dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko (”DPAR”) yang disampaikan oleh Wakil Pialang Berjangka (“WPB”) PT. Bestprofit Futures (“PT. BPF”). Dalam keadaan dimana investor telah menandatangani DPAR tersebut, berarti investor bersangkutan telah menyatakan setuju dan menerima seluruh konsekuensi akibat risiko yang timbul.

 

Analisis dan Laporan Market

Seluruh konten yang terkandung di dalam portal berita ini, termasuk tidak terbatas pada berita, analisis, harga, komentar atau yang lainnya hanya bersifat informatif dan tanpa bermaksud untuk mengarahkan dan memengaruhi, baik langsung maupun tidak langsung, yang berhubungan dengan pelaksanaan transaksi yang dilakukan oleh investor.

 

Risiko Bertransaksi secara Online (Online Trading)

Ada beberapa risiko yang mungkin timbul di dalam menggunakan sistem transaksi secara online (“E-Trade”) melalui internet, termasuk tidak terbatas akibat kerusakan pada perangkat keras (hardware), kerusakan perangkat lunak (software), atau gangguan koneksi internet.

 

Di dalam platform E-Trade tersedia beberapa jenis amanat(order), meliputi Market, Limit, Stop dan One Cancels the Other (OCO). Dalam keadaan pasar yang tidak stabil (Hectic), investor tidak dijamin memperoleh harga sesuai dengan order yang dipasang.

RELATED NEWS
SITE MAP...
Sunday, 26 January 2014 21:15 WIB

...

Privacy Policy...
Thursday, 10 October 2013 22:55 WIB

PRIVACY POLICY PT. BPF berkewajiban menjaga kerahasiaan data user yang melakukan registrasi pada portal berita ini dan tidak akan diberitahukan kepada pihak ketiga dengan alasan apapun, kecuali u...

Terms Of Service...
Thursday, 10 October 2013 22:54 WIB

TERMS OF SERVICE USER DIMOHON UNTUK MEMBACA SELURUH SYARAT DAN KETENTUAN LAYANAN (“SKL”) BERIKUT SEBELUM MENGGUNAKAN PORTAL BERITA INI.   Dengan melanjutkan akses, menghubungkan, atau menggunak...

POPULAR NEWS
Ketiga Penggerak Ini Akan Dukung Emas Dalam Jangka Pendek - ING

Bahkan meski emas terus diperdagangkan di bawah...

Emas pangkas penurunan setelah sentuh level terendah tahun ini

Emas berjangka ditutup turun tipis pada hari...

Dolar AS tergelincir seiring fokus berubah ke laporan pertemuan Fed

Dolar tergelincir pada hari Selasa setelah enam...

LATEST NEWS
AUD/JPY Berjuang Untuk Pertahankan 84,00, Tergelincir Menjelang Pidato Lowe RBA

AUD/JPY bergerak lebih rendah di sesi awal hari Rabu, menguji tepat di bawah level utama 84,00. Aussie rebound kuat untuk memulai minggu ini, tetapi momentum bullish sedang memburuk dengan cepat, dan AUD/JPY kembali turun setelah mencatatkan level...

Bursa Saham HK Bergerak Menurun Dalam Beberapa Menit Pertama

Bursa saham Hong Kong turun di sesi pembukaan pada hari Rabu seiring para investor kembali dari jeda satu hari ke kekhawatiran tentang pertemuan bersejarah AS-Korea Utara. Indeks Hang Seng merosot 0,14 persen, atau 42,48 poin, ke level...

Emas Naik Seiring Keraguan Atas KTT AS-Korea Utara

Emas naik seiring dengan ketegangan geopolitik muncul kembali setelah Presiden Donald Trump meragukan kemungkinan KTT dengan Korea Utara selama pertemuan di Oval Office dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Bullion untuk pengiriman segera...