Friday, 24 November 2017
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dollar siap catat gain mingguan terhadap peers utamanya jelang data pekerjaan AS
Friday, 10 January 2014 10:56 WIB | COMMODITY |DOLLARAmerika

Bloomberg, (10/01) - Dolar siap untuk menyelesaikan keuntungan mingguan versus sebagian besar mata uang utama pekan ini sebelum rilis data yang mungkin akan menunjukkan kenaikan tingkat pekerjaan di AS - sinyal bahwa ekonomi terbesar di dunia tersebut mungkin cukup kuat untuk pengurangan stimulus oleh Federal Reserve.

Index Dollar Spot Bloomberg menyentuh tertinggi empat bulan kemarin dan siap untuk kenaikan mingguan keempatnya, terpanjang dalam 10 bulan terakhir. Departemen Tenaga Kerja AS hari ini mungkin akan mengatakan bahwa tingkat pengangguran tetap di level terendah lima tahun terakhir. Sementara itu, Dolar Australia siap untuk penurunan mingguannya.

"Momentum bullish dolar saat ini masih ada risiko tertahan," kata Kikuko Takeda, analis senior dari Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ Ltd, unit dari bank terbesar di Jepang berdasarkan nilai pasarnya." The Fed mungkin akan mengurangi pembelian obligasi lanjutan sebesar $ 10 milyar pada bulan ini."

Dolar dibeli ¥ 104,87 pada pukul 11:04 pagi di Tokyo dari posisi ¥ 104,82 kemarin, dan sedikit berubah selama seminggu. Terhadap euro, dibeli pada level $ 1,3607 dari sebelumnya di $ 1,3608, atau turun 0,1 persen dibandingkan 3 Januari lalu. Sementara itu, mata uang Australia sedikit berubah pada level 88,94 sen AS dan menuju kerugian 0,6 persen untuk minggu ini.

Index Dollar Spot Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama kemungkinan akan naik 0,2 persen minggu ini dan siap untuk menyelesaikan kenaikan empat minggu sebelumnya - terpanjang sejak Maret tahun lalu.

Analis yang disurvei oleh Bloomberg News memperkirakan bahwa para pengusaha AS menambahkan pekerjaan sebanyak 197.000 pekerja bulan lalu setelah meningkatk 203.000 pada bulan November yang rencananya laporan tersebut akan dirilis hari ini. Tingkat pengangguran mungkin masih bertahan di angka 7 persen sejak November 2008.

Departemen Tenaga Kerja AS kemarin mengatakan bahwa jumlah aplikasi untuk pembayaran asuransi pengangguran turun sebesar 15.000 menjadi 330.000 di periode yang berakhir 4 Januari, paling sedikit sejak akhir November.

Pada bulan lalu, the Fed mengatakan akan memotong pembelian asset bulanan menjadi $ 75 miliar dari $ 85 miliar. Menurut survei Bloomberg pada 19 Desember lalu, Para pembuat kebijakan bank sentral AS tersebut akan memangkas stimulus sebesar $ 10 milyar secara bertahap selama tujuh pertemuan berikutnya sebelum mengakhirinya pada bulan Desember. Rapat kebijakan Federal Open Market Committee berikutnya dijadualkan pada 28-29 Januari mendatang. (brc)

RELATED NEWS
Minyak Mentah Memimpin Kenaikan untuk Dua Tahun Tertinggi...
Wednesday, 22 November 2017 13:07 WIB

Minyak menuju penutupan tertingginya sejak Juni 2015 setelah data industri AS menunjukkan stok minyak mentah kembali mengalami penurunan dan karena investor menunggu keputusan OPEC untuk memperpanjang...

Minyak Perpanjang Kenaikan Ditengah Tanda-tanda Stok AS Lanjutkan Penurunan...
Wednesday, 22 November 2017 07:34 WIB

Minyak memperpanjang kenaikan untuk diperdagangkan di atas $ 57 per barel karena data industri AS menunjukkan stok minyak mentah kembali mengalami penurunan. Kontrak berjangka untuk bulan Januari nai...

Minyak Dekati Level $ 56 Ditengah Stok AS yang Terlihat Lanjutkan Penurunan...
Tuesday, 21 November 2017 13:17 WIB

Minyak diperdagangkan dekati level $ 56 per barel sebelum data pemerintah AS diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah kembali mengalami penurunan. Kontrak berjangka Januari sedikit berubah di New ...

Minyak Diperdagangkan Dekati $ 56 Karena Stok AS Lanjutkan Penurunan...
Tuesday, 21 November 2017 07:32 WIB

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 56 per barel sebelum data pemerintah AS diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah kembali mengalami penurunan. Kontrak berjangka untuk bulan Januari sedikit ...

Harga Minyak Mempertahankan Kenaikannya di Atas $ 56 per barel...
Monday, 20 November 2017 13:32 WIB

Minyak menahan kenaikannya di atas $ 56 per barel setelah lonjakan terbesar dalam hampir dua minggu terakhir karena menteri energi Arab Saudi mengatakan OPEC harus mengumumkan perpanjangan untuk pengu...

POPULAR NEWS
Saxo Bank: Inilah Peluang Terbaik Emas untuk Tembus $ 1.300

Pedagang emas harus bersabar seiring pasar tetap...

Dolar AS jatuh ke level terendah 4 minggu terkait spekulasi Fed Rate di 2018

Dolar AS turun ke level terendah empat minggu...

Investor Nantikan Risalah The Fed, Emas Bergerak Lebih Tinggi

Harga emas dan perak naik tipis pada hari...

LATEST NEWS
Saham Hong Kong dan China Menguat Pasca sell-off

Saham Hong Kong kembali menguat pada hari Jumat dari kerugian hari sebelumnya, sementara saham Shanghai naik tipis setelah penurunan tajam, namun para pedagang tetap mengawasi tindakan keras China terhadap investasi spekulatif. Indeks Hang Seng...

Saham Eropa Sedikit Menguat; Dolar Hentikan Penurunan

Saham di Eropa menguat, sementara dolar menghentikan tiga hari kerugiannya karena imbal hasil Treasury meningkat dalam perdagangan Thanksgiving yang lesu. Indeks Stoxx Europe 600 meningkat 0,1 persen pada pukul 8:07 pagi waktu London. Indeks Stoxx...

USD/JPY Lanjutkan Pemulihan Kuat Di Dekat Pertengahan 111,00-an

Setelah mempertahankan 111,00 di sesi sebelumnya, pasangan USD/JPY menangkap beberapa tawaran beli kuat dan pulih dengan baik pada hari Jumat ini. Tekanan jual Dolar yang dipimpin oleh FOMC telah mereda dan memicu beberapa short-covering pada hari...